"Tambahan stok beras tersebut masih dalam perjalanan dari Surabaya dan akan difungsikan sebagai cadangan beras selama perayaan Natal dan Tahun baru 2014,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Perum Bulog Subdivre Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), akan menambah stok beras sebanyak 1.5000 ton untuk memperkuat ketersediaan dan menekan kenaikan harga di pasar selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2014.


"Tambahan stok beras tersebut masih dalam perjalanan dari Surabaya dan akan difungsikan sebagai cadangan beras selama perayaan Natal dan Tahun baru 2014," kata Kasi Pelayanan Publik Bulog Subdivre Bangka Slamet Sarban di Pangkalpinang, Rabu.


Ia menjelaskan bahwa saat ini stok beras di gudang Bulog Subdibre Bangka hanya mencapai 420 ton karena alokasi untuk beras miskin (raskin), Polri, Depkumham dan Depsos sudah didistribusikan dan telah diselesaikan dalam tahun anggaran 2013.


"Dalam waktu dekat, masuk dalam perayaan Natal serta Tahun Baru kemungkinan terjadi peningkatan permintaaan dan kebutuhan masyarakat akan beras sehingga perlu penambahan cadangan jika sewaktu-waktu terjadi kelangkaan yang dapat menyebabkan peningkatan harga," ujarnya.


Ia mengatakan pihaknya akan menggunakan cadangan beras itu jika memang diperlukan dengan mengadakan operasi pasar untuk menjaga kestabilan harga khususnya selama perayaan Natal 2013 dan Tahun Baru 2014.


"Jika gejolak harga beras mencapai peningkatan di atas 15 persen, kami akan berkoordinasi dengan Disperidag Babel serta menyampaikannya kepada gubernur untuk mengajukan usulan operasi pasar kepada Memperindag," tambahnya.


Menurut dia, hingga saat ini, harga beras di daerah itu masih relatif stabil karena stok dan pasokan beras dari daerah sentra produksi juga masih berjalan lancar.


Sementara itu, kata dia, Disperindag Babel dan distributor besar terus berupaya meningkatkan persediaan kebutuhan beras untuk mencegah  kelangkaan karena diprediksi akan terjadi peningkatan permintaan selama Natal 2013 dan Tahun Baru 2014.


"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, sebanyak 1.500 ton beras tersebut sudah tiba di gudang, sehingga warga tidak perlu khawatir akan terjadi kekurangan stok beras," ujarnya.


Ia mengatakan Provinsi Babel merupakan wilayah kepulauan yang tergantun pada pasokan beras dari daerah sentra produksi beras di Pulau Jawa dan Sumatera karena hasil pertanian padi di daerah itu masih rendah.


"Tingkat kerawanan dan kenaikan harga pangan di Babel cukup tinggi apabila pasokan pangan dari daerah sentra produksi tersendat," ujarnya.

Pewarta: Pewarta: Ongku Sutan Harahap
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026