Pangkalpinang (Antara Babel) - Stok jagung pipilan kering pakan ternak tingkat distributor di Provinsi Bangka Belitung (Babel), sebanyak 95 ton dan cukup untuk memenuhi permintaan petani mengembangkan usaha peternakan.


"Stok jagung pipilan untuk pakan ternak cukup dua bulan ke depan seiring pasokan dari petani di Pulau Jawa dan Sumatera lancar," kata Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Babel, Husni Tambrin di Pangkalpinang, Selasa.


Ia menjelaskan, sebanyak 95 ton jagung tersebut tersebar di sejumlah gudang distributor sembilan bahan pokok (sembako) yaitu  stok jagung di gudang Bangka Alam Sejahtera sebanyak 10 ton, Akon 10 ton, CV Bina Purnama Bersama sebanyak 50 ton dan stok jagung PT Globus Internusa sebanyak 25 ton.


"Saat ini, permintaan jagung pipilan masih normal, seiring minat petani mengembangkan usaha peternakan unggas masih kurang, apalagi selama musim hujan ini, peternak mengurangi pemeliharaan ayam dan unggas lainnya," ujarnya.


Ia mengatakan, harga jagung pipilan kering tingkat pedagang pengecer masih bertahan normal dari harga sebelumnya sempat naik ke harga Rp7.000 per kilogram karena pasokan dari luar tersendat akibat cuaca buruk.


"Diperkirakan stok jagung ini cukup dan harga akan terus bertahan normal bahkan cenderung mengalami penurunan seiring pasokan yang meningkat dan lancar, sementara permintaan peternak dan petani mengalami penurunan," ujarnya.


Sementara itu, kata dia, stok kacang tanah di sejumlah gudang distributor sebanyak 60 ton atau mengalami peningkatan dibandingkan stok pekan lalu hanya 30 ton.


Dari 60 ton kacang tanah tersebut tersebar di gudang UD Mawar Jaya sebanyak 40 ton, PT Bangka Alam Sejahtera sebanyak 10 ton, Akon sebanyak 10 ton.  


Sementara itu, harga kacang tanah belum dikupas di tingkat pedagang pengecer masih bertahan normal Rp18 ribu per kilogram.


Menurut dia, untuk memenuhi kebutuhan jagung dan kacang tanah warga, distributor masih mengandalkan pasokan dari luar daerah karena hasil pertanian komoditas petani lokal terbatas.


"Produksi jagung dan kacang tanah petani lokal hanya cukup untuk konsumsi keluarga petani, meskipun berlebih hasil pertanian tersebut dijual kepada pedagang jagung dan kacang rebus," ujarnya.   


Pewarta: pewarta: aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026