"Celakanya, kepentingan politik praktis ini bergayung sambut karena ada media dan jurnalis yang rela menanggalkan independensinya,"Makassar (Antara Babel) - Independensi media massa dan jurnalis akan terancam pada tahun politik nanti, 2014, sebagaimana dinyatakan Ketua Panitia Diskusi Akhir Tahun Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Makassar, Nurdin Amir.
"Menjelang
perhelatan politik 2014, Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif,
temperatur politik sudah mulai memanas sementara media menjadi mediator
pertarungan politisi," kata Amir, Jumat.
Dibandingkan Pemilu 2009, Pemilu 2014 sudah bergeser, karena politisi tidak hanya memakai mesin politik partai, melainkan juga memanfaatkan media massa untuk pencitraan mereka.
Sejumlah politisi mendirikan media massa untuk mendukung kepentingan politiknya.
Dibandingkan Pemilu 2009, Pemilu 2014 sudah bergeser, karena politisi tidak hanya memakai mesin politik partai, melainkan juga memanfaatkan media massa untuk pencitraan mereka.
Sejumlah politisi mendirikan media massa untuk mendukung kepentingan politiknya.
Dia mengatakan, para politisi beranggapan, pihak yang menguasai informasilah yang akan menjadi pemenang, sehingga dana hingga triliunan rupiah bukan jumlah besar untuk digelontorkan demi kepentingan itu.
Sementara
politisi yang tak memiliki media sendiri, akhirnya banyak mendekati
media dan jurnalis. Mereka rela mengucurkan banyak duit agar terus
tampil di media.
"Celakanya, kepentingan politik praktis ini bergayung sambut karena ada media dan jurnalis yang rela menanggalkan independensinya," ujarnya.
Pewarta: Pewarta: Suriani MappongUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.