Mudah-mudahan mahasiswa dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya untuk dijadikan sebagai wahana untuk kemajuan diri dan bangsa,Pangkalpinang (Antara Babel) - Lebih dari 500 mahasiswa dari sembilan perguruan tinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung antusias mengikuti program "BUMN Mengajar" yang diinisiasi oleh Forum Sinergi BUMN di provinsi itu.
"Mudah-mudahan mahasiswa dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya untuk dijadikan sebagai wahana untuk kemajuan diri dan bangsa," kata Ketua Umum Forum Humas BUMN, Ahmad Reza ketika berbicara pada kegiatan itu di Pangkalpinang, Kamis.

Mahasiswa antusias mengikuti program "BUMN Mengajar" yang diinisiasi Forum Sinergi BUMN Babel. (antarababel.com/Rustam)
Program "BUMN Mengajar" bertema "Wirausaha Muda Inspirasi Generasi Muda Indonesia" yang digelar di Graha PT Timah menghadirkan tiga pembicara yaitu Ade S Martadipura dari Mandiri University, kemudian Ketua Umum Forum Humas BUMN Ahmad Reza, serta Imam Arief Winarta, juara pertama kategori kreatif Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2016.
Sementara itu sebanyak 500 orang lebih mahasiswa peserta berasal dari UBB, Pertiba, Atma Luhur, Ibek, STAIN, STKIP Muhammadiyah, Polman, dan Akper. Juga turut menjadi peserta para mitra binaan BUMN di daerah itu.

Penandatanganan "MoU" antara Forum Sinergi BUMN Babel dengan sembilan pimpinan perguruan tinggi di Babel terkait pelaksanaan program "BUMN Mengajar". (antarababel.com/Rustam)
Ahmad Reza menjelaskan, Kementerian BUMN telah melakukan kegiatan serupa di 28 perguruan tinggi di Indonesia. Ini mencerminkan bahwa melalui program ini BUMN sudah dikenali seluruh lapisan masyarakat khususnya generasi muda.
"Generasi muda terkhusus mahasiswa sudah semestinya meningkatkan rasa memiliki terhadap BUMN. Ini penting sekali, karena ke depannya bangsa ini menghadapi banyak tantangan besar," ujarnya.
Ahmad Reza mengatakan tantangan pertama yaitu kondisi pembangunan yang belum merata, dimana masih banyak saudara-saudara sebangsa yang belum merasakan hasil pembangunan.
Tantangan kedua adalah ketahanan energi dan pangan yang masih banyak impor karena belum mampu secara mandiri memproduksi kebutuhan dalam negeri.

Foto bersama dengan para peraih super grandprice pada program "BUMN Mengajar".(antarababel.com/Rustam)
"Dari sisi energi kita masih impor BBM yang semestinya sudah bisa memiliki dan mengolah energi itu dengan kekuatan sendiri, namun nyatanya kita masih mengandalkan kekuatan asing," ujarnya.
Selanjutnya, kata dia, infrastruktur dasar yang perlu dibenahi dan terakhir indeks pembangunan manusia (IPM). IPM Indonesia masih berada di peringkat ke-121 dari 186 negara.
"Kita sudah 72 tahun merdeka, tetapi IPM masih sangat memprihatinkan, harapan hidup masyarakat masih kurang baik, banyak buta huruf, dan pendidikan juga masih terbatas," ujarnya.
Ia berharap generasi muda dan mahasiswa mampu menciptakan kreativitas, berbagai kreasi, dan proaktif, karena ini akan menentukan masa depan mahasiswa itu sendiri.
"Kami berharap mahasiwa memanfaatkan kegiatan hari ini sebaik-sebaiknya untuk menentukan masa depan diri pribadi dan tentu juga bangsa," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Riza Mulyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.