Merawang (Antaranews Babel)  - Universitas Bangka Belitung (UBB)  meraih peringkat 510 dunia dan 30 nasional untuk Universitas Indonesia (UI) GreenMetric di bidang komitmen dan aksi universitas menuju lingkungan hijau yang berkelanjutan.

"Kebanggaan ini bukan saja untuk UBB dan alumninya saja, melainkan juga untuk masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, karena penghargaan ini salah satu jalan untuk menjadikan UBB sebagai universitas yang dikenal dan diakui di dunia internasional," ujar Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf, MSi usai menerima laporan Kepala UPT TIK UBB Ghiri Basuki dan Kepala UBB Press Eddy Jajang J Atmaja, di Merawang,  Kamis (28/12).

UI GreenMetric yang dimulai sejak 2010 merupakan salah satu penilaian untuk merangking universitas tingkat dunia (World University Ranking). UI GreenMetric ini sejajar dengan penilaian universitas tingkat dunia lainnya,  seperti THES, WeboMetric dan ARWU.

Penilaian UI GreenMetric mencakup enam kategori, yaitu Settting and infrastructure (SI,  tataruang dan infrastuktur kampus), Energy and Climate Change (EC, perubahan iklim dan energi), Waste (WS, limbah), Water (WR, air), Transportation (TR, transportasi) dan Education (ED, pendidikan).

Di Indonesia, UI GreenMetric diikuti 57 universitas baik berstatus negeri maupun swasta terkemuka, di antaranya UI, ITB, IPB, ITS, Undip, Universitas Airlangga, Universitas Semarang, Unpad, Unsri, Unand, Universitas Syahkuala, Universitas Bengkulu, Universitas Gunadharma, Universitas Pancasila, Universitas Telkom, Untar dan Universitas Kristen Petra.

UBB berada di rangking ke-30, di atas Unsri (34), Universitas Jember (31), Universitas Negeri Surabaya (32), Universitas Pancasila (33), dan Universitas Negeri Manado (rangking 37).

"Posisi UBB dalam UI GreenMetric ini berada di tengah-tengah dari 57 universitas yang ikut serta. Kita bangga karena UBB baru kali pertama ikut UI GreenMetric. Hasilnya pun cukup mengejutkan, berada di rangking ke-30," ujar Muh Yusuf.

Rektor mengharapkan tahun depan UBB dapat meraih peringkat yang lebih baik lagi, karena semua elemen penilaian akan ditingkatkan nilainya dengan dukungan seluruh sivitas akademika UBB.

Rangking pertama UI GreenMetric di tingkat nasional diraih Universitas Indonesia (UI), diikuti IPB, ITS, Unesa, Universitas Sebelas Maret, dan dan Universitas Diponegoro.

Untuk UI GreenMetric peringkat dunia rangking pertama diraih Wageningen University and Research Belanda, diikuti University of Nottingham Inggris dan University of California Davis Amerika Serikat.  

"UI sendiri berada di peringkat 23 dunia," ujar Ghiri Basuki.

UI GreenMetric merupakan sistem penilaian yang digagas oleh UI. Sistem penilaian ini kemudian dirancang dan disetujui oleh sejumlah universitas di dunia. Untuk kali pertama, pada 2010 UI GreenMetric diikuti 95 universitas dan pada tahun 2017 diikuti 619 universitas di seluruh dunia.

Menjawab pertanyaan apa keuntungan yang akan diperoleh peserta UI GreenMetric, Ghiri mengemukakan bahwa universitas yang ikut sistem penilaian ini otomatis menjadi  bagian di dalam universitas dunia yang berkomitmen dalam isu-isu global.

"Sebagai contoh, dalam konteks isu yang sedang tren saat ini adalah perubahan iklim dan enegeri baru terbarukan. Ini kan bermakna UBB kini berada dan bergabung dalam universitas global yang punya komitmen jelas dan berperan aktif dalam hal isu-isu global, terutama di bidang lingkungan yang berkelanjutan," katanya.


Editor : Riza Mulyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026