Sungailiat (Antaranews Babel) - Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menertibkan pelajar yang berada di warung internet ketika jam pelajaran sekolah.

"Kita dapat informasi dari orang tua yang kesal anaknya selalu bermain game di warnet ketika jam sekolah," kata Kasi Penegakan dan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka, Ahmad Suherman di Sungailiat, Senin.

Ia menyebutkan saat dilakukan penertiban di salah satu warnet ditemukan sedikitnya enam pelajar SMP yang beralasan tidak ke sekolah karena hujan, sedangkan pelajar lain beralasan kaka kelas mereka tengah menghadapi ujian nasional.

"Apapun alasannya, semuanya kita data dan diserahkan ke Dinas Pendidikan untuk ditindaklanjuti," ujarnya.

Suherman mengaku tidak hanya menemukan pelajar yang bolos, tapi juga anak putus sekolah yang asyik bermain di warnet.

Anak-anak putus sekolah itu rata-rata masih berusia sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Mereka mengaku putus sekolah karena harus membantu orang tua mencari nafkah.

"Ini yang kita sesalkan, karena program pemerintah pendidikan dasar dan menengah gratis ditanggung biaya operasional sekolah," kata Suherman.

Ia berharap orang tua anak-anak tersebut lebih peka, bahwa pendidikan sangat penting bagi masa depan anak. Apalagi Pemerintah Kabupaten Bangka sudah memiliki program wajib belajar 12 tahun secara gratis.

"Anak-anak ini sudah kita data, kita harap mereka bisa ikut sekolah non reguler jika tidak mau sekolah reguler, bisa ikut paket A, B atau C, jangan sampai tidak sekolah," ujarnya.

Pewarta: Dwi HP
Editor : Riza Mulyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026