Pangkalpinang  (Antaranews Babel) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat nilai tukar petani (NTP) pada Maret 2018 sebesar 88,30 atau mengalami penurunan 1,28 persen dibanding bulan sebelumnya 89,44, karena indeks harga diterima lebih kecil dari pada dibayarkan petani di daerah itu.

"Penurunan NTP karena turunnya tanaman pangan sebesar 0,13 persen, perkebunan rakyat 2,35 persen, peternakan 0,35 persen dan perikanan turun 1,95 persen," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Darwis Sitorus di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan pada Maret 2018 indeks harga yang diterima petani (It) pada Maret 2018 sebesar 110,24 atau mengalami penurunan sebesar 0,98 persen dibandingkan bulan sebelumnya 111,32, karena turunnya tanaman perkebunan rakyat 2,05 persen dan perikanan sebesar 1,73 persen.

Sementara itu indeks harga yang dibayar petani (Ib) pada Maret tahun ini mengalami kenaikan sebesar 0,30 persen jika dibandingkan

bulan sebelumnya, yaitu dari 124,46 menjadi 124,84.

"Kenaikan Ib karena naiknya subsektor tanaman pangan sebesar 0, 33 persen, hortikultura 0,19 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,30 persen, peternakan 0,36 persen dan subsektor perikanan sebesar 0,43 persen," ujarnya.

Darwis mengatakan dari lima provinsi di sumatera bagian selatan (Sumbagsel) yang menyusun NTP Nasional pada Maret 2018, terdapat empat provinsi mengalami penurunan NTP yaitu Jambi (0,62 persen), Kepulauan Bangka Belitung (1,28 persen), Lampung (0,27 persen) dan Provinsi Sumatera Selatan (0,86 persen).

"Hanya satu provinsi yang mengalami kenaikan yaitu NTP Provinsi Bengkulu naik 0,05 persen, sementara empat provinsi lainnya turun," katanya.

Menurut dia NTP diperoleh dari perbandingan It terhadap Ib yang merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat

kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. Selain itu, NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

"Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin tinggi pula tingkat kemampuan petani," ujarnya.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026