"Terima kasih PT Timah, karena bisa membuka warung makanan khas daerah ini," kata Julita di Sungailiat, Senin.
Ia mengaku dulu pernah membuka warung kopi dan terpaksa tutup karena keterbatasa modal usaha.
"Setelah menjadi mitra binaan PT Timah, saya bisa membuka warung berjual pempek, bakwan, es campur serta jajanan lainnya," katanya.
Ia mengatakan saat itu harus menutup usahanya karena kehabisan modal, setelah mendapat bantuan modal dari PT Timah tbk kembali usaha warung menjual makanan dan minuman di halaman rumahnya.
"Bantuan modal PT Timah sangat membantu masyarakat kecil seperti dirinya untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya sekolah anaknya," ujarnya.
Ia berharap PT Timah bisa menambah bantuan untuk mengembangkan usahanya menjadi toko kelontongan.
"Pengajuan bantuan ke PT Timah tbk relatif tidak sulit, hanya melampirkan fotocopy kartu identitas dan kartu keluarga serta jaminan, langsung diproses dengan cepat," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.