Semarang (Antaranews Babel) - Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said mengungkapkan provinsi ini pernah mengalami penurunan angka kemiskinan yang cukup tajam di zaman kepemimpinan Gubernur Bibit Waluyo.
"Zaman Pak Bibit bisa turun 5,87 persen," kata Sudirman Said di Semarang, Sabtu.
Namun, lanjut dia, pada lima tahun terakhir ini penurunannya stagnan di angka 2,21 persen.
Mantan Menteri ESDM ini sendiri yakin jika mendapat amanah untuk memimpin Jawa Tengah nantinya meyakini bisa memangkas kemiskinan hingga 6 persen.
"Target tinggi merupakan keharusan, konsekuensinya harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan," katanya.
Oleh karena itu, menurut dia, salah satu upaya untuk menekan kemiskinan yakni dengan memberi pekerjaan layak dengan penghasilan yang lebih baik.
Dalam lima tahun, kata dia, harus tercipta 5 juta lapangan pekerjaan. Ia menilai hal tersebut bukan hal yang sulit.
"Kalau dihitung, tiap desa minimal hanya butuh tercipta 100 lapangan usaha baru tiap tahun," katanya.
Menurut dia, target tersebut tidak sulit jika melihat potensi ekonomi yang mencapai Rp350 triliun per tahun yang bisa dikelola oleh gubernur.
Potensi ekonomi sebesar itu tidak hanya berasal dari APBD provinsi, namun juga berbagai proyek yang dibiayai oleh APBN, APBD kabupaten/kota, hingga investasi serta pembiayaan dari sektor swasta.
Berita Terkait
Pengamat: Sudirman Said harus buktikan pertemuan Jokowi-Freeport
22 Februari 2019 11:28
Sudirman Said prihatin Prabowo dilarang sholat Jumat
14 Februari 2019 15:32
BPN : Tabloid Indonesia Barokah sudutkan Prabowo-Sandiaga
24 Januari 2019 10:31
Sudirman Said: Prabowo-Sandi telah kuasai materi debat
10 Januari 2019 20:38
BPN Prabowo-Sandi sesalkan keputusan KPU batalkan paparan visi-misi
5 Januari 2019 13:40
SBY undang tim debat Prabowo-Sandi berdiskusi
2 Januari 2019 19:54
Tim Prabowo-Sandi sarankan seluruh televisi siarkan langsung debat capres-cawapres
26 Desember 2018 09:49
Sandiaga Uno Serahkan LHKPN
14 Agustus 2018 21:11