"Sosialisasi oleh KPU kepada pemilih pemula sangat penting untuk memberikan pendidikan politik secara baik dan benar serta memberikan kesadaran agar berpartisipasi dalam memilih wakil rakyat pada Pemilu 2014," ujar Ketua DPD KNPI Kabupaten Bangka, Ujang Supriyanto di Sungailiat, Rabu.
Secara umum, kata dia, pemilih pemula setingkat siswa SMA maupun mahasiswa masih membutuhkan pemahaman politik tentang pemilu karena pendidikan politik yang ada saat ini dinilai hanya dilakukan oleh partai politik tertentu dan untuk kepentingan partainya.
"Partisipasi pemilih pemula pada pemilu menentukan pembangunan lima tahun ke depan atas kinerja legislatif yang dipilihnya," katanya.
Menurutnya, partispasi pemilih pemula pada Pemilu 2014 merupakan hak warga negara Indonesia dalam turut serta membangun bangsa dan negara lima tahun ke depan.
"Hal terpenting dari sosialisasi tersebut adalah menekan angka golput pada pemilih pemula serta untuk pencapaian target partisipasi pemilih yang dibebankan oleh KPU pusat ke KPU daerah sebesar minimal 75 persen," jelasnya.
Dia menilai, kalau sampai terjadi angka golput lebih tinggi dibanding dengan angka partisipasi pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pemilu belum berhasil dengan maksimal.
Pihaknya sebagai organisasi kepemudaan mempunyai tanggung jawab moral untuk membantu pihak penyelenggara pemilu dengan turut serta terlibat dalam pelaksanaan pemilu secara profesional dan netral.
"Kami siap membantu menyosialisasikan kepada pemilih pemula atau generasi muda terhadap pelaksanaan pemilu dengan berbagai strategi seperti jalan sehat bersama, apel akbar pemuda pemilih pemula dan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan pemuda," jelasnya.
"Saya menyarankan kepada pemilih pemula untuk menyampaikan hak suaranya pada pemilu dengan memilih wakil rakyat sesuai dengan hati nuraninya, kalau tidak mau memilih wakil rakyat yang usia tua hendaknya dapat memilih caleg usia muda," jelasnya.
Pewarta: Pewarta: KasmonoUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.