"Saat ini kita lebih memfokuskan membudidayakan arwana hijau dan silver, karena permintaan pasar yang tinggi," kata Ketua Bumdes Selinsing Muhammad Rais di Selinsing, Rabu.
Ia mengatakan saat ini petani lebih memilih membudidayakan ikan hias arwana hijau dan silver dari pada ikan untuk konsumsi, karena permintaan pasar dalam negeri dan luar negeri yang tinggi.
Selain itu, harga ikan hias khas Belitung Timur lebih tinggi dan biaya pembudidayaannya juga murah, sehingga dapat mempercepat kesejahteraan masyarakat desa.
"Kita sudah berhasil mengekspor ikan arwana ini ke Singgapura dan Malaysia serta berbagai provinsi di Indonesia," kata Rais tanpa menyebutkan jumlah ikan hias itu yang diekspor kedua negara tersebut.
Menurut dia pengembangan budidaya ikan hias ini dengan memanfaatkan kolong bekas tambang timah, sehingga petani tidak perlu membuka kolam baru yang membutuhkan biaya yang besar.
"Ikan ini berkembang secara alami di dalam kolong, sehingga petani tidak perlu melakukan perawatan khusus untuk mengawinkan ikan hias tersebut," katanya.
Ia mengaku pernah mencoba mengawinkan arwana tersebut dalam bak atau kolam beton dan tidak berhasil, bahkan indukan ikan tersebut mati.
"Budidaya arwana ini hanya bisa dilakukan secara alami dan ini tentu sangat menguntungkan para petani dalam meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026