Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung (Babel) menyatakan stok jagung kering untuk pakan ternak sebanyak 80 ton atau mencukupi untuk memenuhi kebutuhan ternak warga di daerah itu.


"Saat ini, pasokan jagung kering dan pakan ternak unggas lainnya kembali lancar seiring lalu lintas kapal laut kembali normal," kata Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Babel Husni Thambrin di Pangkalpinang, Jumat.


Ia menjelaskan bahwa sebanyak 80 ton jagung pipilan kering tersebut tersebar di gudang PT Bangka Alam Sejahtera 10 ton, Akon 5 ton, CV Bina Purnama Bersama 25 ton dan stok jagung di gudang PT Globus Internusa 40 ton.


"Pada saat kondisi cuaca di perairan memburuk, memang stok pakan unggas ini kurang dan harga melambung tinggi yang membebani peternak unggas untuk mengembangkan peternakannya," ujarnya.


Ia mengatakan, saat ini, harga jagung pipilan kering kembali turun Rp6.500 dari harga sebelumnya Rp8.000 per kilogram dan diperkirakan harga akan terus turun hingga ke harga normal Rp5.000 per kilogram.


"Penurunan harga pakan ternak ini berdampak terhadap peningkatan permintaan seiring warga kembali bergairah mengembangkan peternakan unggasnya," ujarnya.


Menurut dia, warga kembali bergairah mengembangkan ternak unggasnya, seiring musim hujan sudah berakhir, sehingga peternak tidak perlu kuatir unggasnya terserang hama penyakit.


"Selama musim hujan, peternak unggas mengurangi pemeliharaannya, karena rawan dijangkiti berbagai penyakit musiman seperti tetelo, flu dan lainnya," ujarnya.


Ia mengatakan, untuk mendukung usaha peternakan ini, diharapkan distributor pakan ternak untuk terus menamnbah pasokan dan stok mencukupi untuk memenuhi permintaan warga.


"Apabila harga pakan ini tinggi, tentu akan mengurangi minat warga mengembangkan usaha peternakannya, paka akhirnya harga daging ayam juga mengalami kenaikan yang tinggi," ujarnya.


Pewarta: Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026