"Kami berupaya menekan angka pernikahan dini, mencegah penyalahgunaan narkoba dan menghindari "free sex" di kalangan remaja melalui program generasi berencana (Genre) di sekolah," kata Kasubbid Advokasi dan KIE BKKBN Babel Mohd Nurideal di Pangkalpinang, Senin.
Ia menjelaskan program generasi berencana, pada masa transisi, remaja dapat merencanakan kapan akan menikah dengan menunda usia perkawinan sampai minimal 20 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki, remaja menjadi contoh teladan, sehat atau tidak terkena problema seks bebas, narkoba dan HIV/AIDS.
"Dengan perencanaan dan persiapan kehidupan berumah tangga, kapan harus hamil, berapa jarak kelahiran, dan bercita-cita untuk mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera, sehingga akan menjadi keluarga yang berkualitas, dan dapat mencegah ledakan penduduk Bangka Belitung," ujarnya.
Saat ini, ujarnya angka pernikahan dini, seks bebas, narkoba masih cukup tinggi karena kurangnya pengetahuan masyarakat, perilaku seksual dan kehamilan tidak dikehendaki, tradisi atau budaya, rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi dan tingkat pendidikan orang tua khusus generasi remaja.
"Dengan adanya program genre di sekolah ini diharapkan meningkatkan pengetahuan para siswa tentang bahaya melakukan perkawinan dini," ujarnya.
Ia mengatakan, dampak perkawinan dini akan meningkatkan kematian ibu dan anak, gizi buruk, rawan terjadi kekerasan dalam rumah tangga dan menambah angka kemiskinan dan lainnya.
"Selama ini, kami terus berupaya menekan angka perkawinan dini ini melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja dan PIK Mahasiswa," ujarnya.
Menurut dia keberadaan dan peranan PIK dilingkungan remaja sangat penting artinya dalam membantu remaja untuk mendapatkan informasi dan pelayanan konseling yang cukup dan benar tentang penyiapan kehidupan berumah tangga bagi remaja.
"Mudah-mudahan dengan dua program ini akan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) masyarakat khusus remaja, sehingga permasalahan-permasalahan sosial yang ditimbulkan perkawinan dini ini dapat ditekan dan laju pertumbuhan pendudukan dapat dikendalikan dengan baik," ujarnya.
Pewarta: Pewarta : AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.