Pangkalpinang (Antara Babel) - Cadangan beras di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) saat ini tercatat sebanyak 50 ton dan cukup untuk persediaan selama satu tahun.


"Cadangan beras ini baru dianggarkan pada tahun ini," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Babel, Toni di Pangkalpinang, Selasa.


Dijelaskannya, tahun lalu cadangan beras di daerah itu kosong karena belum dianggarkan.


"Menurut Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan khususnya pada Pasal 23 dinyatakan bahwa untuk memenuhi, mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan dan ketahanan pangan pemerintah menetapkan cadangan pangan nasional," ujarnya.


Menurut dia, cadangan pangan dapat dijadikan instrumen untuk stabilisasi harga khususnya untuk mengatasi pola pangan musiman serta mengantisipasi bencana seperti gempa dan tsunami.


"Selain itu banyak kejadian darurat yang memerlukan adanya cadangan pangan untuk penanganan pascabencana, penanganan rawan pangan dan bantuan pangan wilayah," ujarnya.


Dikatakannya, ketersediaan pangan tersebut diperkirakan akan dapat memenuhi kebutuhan amasyarakat.


"Dari sisi permintaan terhadap pangan, kebutuhan pangan akan terus meningkat seiring laju pertumbuhan penduduk," ujarnya.


Sebagian besar, kata dia, pertambahan itu adalah golongan miskin yang pemenuhan pangannya tidak bisa sepenuhnya mengandalkan mekanisme pasar.


"Kami berharap beras cadangan yang sudah disediakan oleh pemerintah dapat mencukupi kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Pewarta: Pewarta: Septi
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026