Pangkalpinang  (Antaranews Babel) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat nilai ekspor pada April 2018 sebesar 120,7 juta dolar Amerika Serikat atau turun 22,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya 158,4 juta Dolar AS.

"Penurunan ini, karena ekspor timah turun 20,73 persen dan komoditas lain juga turun 27,66 persen," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Darwis Sitorus di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan akumulasi ekspor selama empat bulan tahun ini 532,5 juta dolar AS. Namun dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, penurunan nilai ekspor April 2018 hanya sebesar 2,3 persen.

"Meskipun nilai ekspor timah turun 20,73 persen, namun pada April tahun ini ada lonjakan ekspor nontimah cukup besar 135,2 persen dibandingkan bulan sebelumnya," ujarnya.

Ia menjelaskan peran timah dalam ekspor Januari - April 2018 sebesar 75,5 persen. Secara kumulatif terjadi penurunan ekspor timah sebesar 7,44 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

"Ekspor timah masih didominasi ke Singapura. Sekitar 25,68 persen ekspor timah pada Januari-April 2018 dikirim ke Negeri Singa

Putih ini," ujarnya.

Namun jika dibanding Januari-April 2017, ekspor timah ke Singapura pada tahun ini turun 32,18 persen. Belanda, Korea Selatan, India, dan Amerika Serikat berada dalam lima negara tujuan utama ekspor timah. Lima negara utama ini mengimpor sekitar 74,87 persen timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sementara itu ekspor nontimah Januari - April 2018 didominasi oleh bahan bakar mineral. Tercatat nilai ekspor bahan bakar mineral sebesar 59,7 juta dolar AS atau 45,74 persen dari jumlah ekspor nontimah daerah ini.

Nilai ekspor lemak dan minyak hewan turun 8,67 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Peran komoditas ini menjadi 39,29 persen. Sementara nilai ekspor lada putih turun 35,35 persen sehingga perannya menjadi 3,20 persen dari ekspor nontimah.

"Nilai ekspor produk karet dan barang dari karet secara kumulatif naik 29,62 persen dan golongan ikan dan udang (HS 03) naik 178,73 persen. Peran kedua golongan ini menjadi 9,41 persen," katanya.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026