Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunnak) Provinsi Bangka Belitung (Babel) membagikan 500 liter desinfektan kepada para peternak untuk mencegah berbagai penyakit unggas terutama flu burung yang rawan terjadi pada musim pancaroba dan musim hujan.


"Kami telah menyalurkan kepada pemerintah kabupaten/kota untuk dibagikan kepada peternak unggas untuk membunuh kuman dan virus penyakit unggas," ujar Kasi Kesehatan Ternak Distanbunnak Babel, Junaidy di Pangkalpinang, Minggu.


Ia menjelaskan, desinfektan itu digunakan untuk mencegah atau membunuh virus penyakit dengan penyemprotan di kandang, bangunan, dan alat-alat peternakan lainnya.


"Saat ini stok desinfektan masih tersisa sekitar 400 liter untuk dibagikan kepada masyarakat yang tidak terlanyani di beberapa kabupaten dan kota atau masyarakat di sekitar kompleks perkantoran Pemprov Babel di Air Itam, Pangkalpinang," ujarnya.


Ia mengatakan, memasuki musim pancaroba tahun ini belum ada laporan atau temuan kasus flu burung di Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, Belitung Timur dan Kota Pangkalpinang, seiring kesadaran warga untuk mencegah berbagai virus unggas sudah cukup baik.


"Flu burung sangat rentan saat memasuki musim pancaroba dan musim hujan karena menurunnya daya tahan unggas sehingga berbagai virus penyakit mudah menyerang ternak apalagi kondisi kandang kumuh," ujarnya.


Ia menjelaskan, pada 2013 pihaknya tidak menemukan kasus flu burung, namun kasus penyakit unggas lainnya seperti tetelo dan flu biasa cukup banyak.


Sementara pada tahun sebelumnya ditemukan 16 kasus flu burung dengan jumlah kematian unggas 873 ekor, tersebar di empat wilayah kabupaten/kota yaitu Bangka Barat sebanyak tiga kasus dengan total kematian unggas 400 ekor, dan Kabupaten Belitung satu kasus dengan kematian unggas sembilan ekor.


Selanjutnya di Kota Pangkalpinang sebanyak sembilan kasus dengan total kematian unggas 435 ekor dan Kabupaten Bangka Tengah sebanyak tiga kasus dengan kematian unggas 55 ekor.


Sementara pada tahun-tahun sebelumnya kasus flu burung juga cukup tinggi, dimana yang terparah adalah pada 2006, 2007 dan 2010.


Jika pada 2010 menimpa sebanyak 10.151 ekor ayam, maka pada 2009 ada 87 ekor ayam yang mati, sedangkan pada 2008 sebanyak 60 ekor. Sementara pada 2007 mencapai jumlah 13.347 ekor ayam dan 2006 sebanyak 44.632 ekor ayam.


Ia berharap selama musim hujan para peternak unggas dapat meningkatkan sanitasi atau kebersihan kandang dan lingkungan, serta melakukan penyemprotan desinfektan terhadap kandang, peralatan kandang dan tempat produksi ternak.


"Apabila mendapati unggas yang mati harus dibakar dan dikubur di lokasi kasus penyakit unggas yang dinyatakan positif," ujarnya.

Pewarta: Pewarta: Aprionis
: Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026