Pangkalpinang (Antara Babel) - Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel), mencanangkan revitalisasi pertanian untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di daerah itu.


"Revitalisasi pertanian ini, diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja yang akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Gubernur Bangka Belitung, Rustam Efendi di Pangkalpinang, Senin.


Ia menjelaskan, pembangunan sektor pertanian ini merupakan bagian internal dari pembangunan pertanian dam pembangunan nasional dan ini merupakan visi misi Pemprov Babel untuk memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi pangan dari luar provinsi.


"Selama ini, 85 persen pangan khususnya beras untuk memenuhi konsumsi warga masih didatangkan dari daerah sentra produksi pangan di Pulau Jawa dan Sumatera, sehingga potensi kerawanan pangan cukup tinggi," ujarnya.


Menurut dia, rawan pangan terjadi, apabila kondisi cuaca di perairan memburuk yang mengakibatkan lalu lintas kapal barang dalam memasok berbagai kebutuhan masyarakat terganggu.

Selain itu, rawan pangan ini juga memicu tingkat inflasi, kemiskinan, pengangguran dan kriminalitas.


"Biasanya, pasokan pangan tersendat pada Oktober hingga Desember dan pada Januari tingkat inflasi tinggi seiring naiknya berbagai kebutuhan pokok warga akibat stok barang di pedagang kurang," ujarnya.


Ia mengatakan, dalam upaya mewujudkan provinsi yang mandiri, maju, berkeadilan dan berdaya saing berbasis potensi lokal melalui pengembangan sinergisitas dan konektifitas perkotaan dan perdesaan, diperlukan kerjasama antarinstasi pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota.


"Kami harapkan masing-masing instasi saling koordinasi, sehingga permasalahan yang dihadapi petani dalam mengembangkan pertanian dapat diselesaikan dengan baik, sehingga produktivitas hasil pertanian khususnya pangan akan meningkat," ujarnya.

Pewarta: Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026