"Dengan turun langsung kita bisa mengtahui apa yang terjadi di lapangan dan apa masalah sosial yang terjadi di masyarakat," kata caleg perempuan dari Partai Hanura, Jubaidah di Pangkalpinang, Minggu.
Menurut dia, berkampanye dari rumah ke rumah ini juga karena keuangan kampanye yang dimiliki tidak memadai untuk mengundang massa dan hiburan musik yang membutuhkan biaya yang besar.
"Saya menggunakan dana sendiri dalam berkampanye untuk memperkenalkan dirinya, dan diharapkan dapat menyuarakan aspirasi rakyat sebagai anggota DPRD Kota Pangkalpinang," ujarnya.
Ia mengatakan, selama berkampanye "door to door" ini, banyak permasalahan ekonomi dan sosial yang keluhkan masyarakat, seperti kenaikan harga sembako, kesulitan memasarkan hasil kerajinan, rendahnya daya beli masyarakat, hasil tangkapan ikan nelayan yang semakin berkurang, sementara biaya operasional melaut tinggi dan masalah ekonomi lainnya.
Sementara itu, masalah sosial yang meresahkan orang tua diantaranya, peredaran narkoba, pornograpi, seks bebas dan lainnya yang dapat merusak mental anak-anak sebagai penerus bangsa ini.
"Ini merupakan suatu masukan positif dan harus diperjuangkan serta dicarikan solusi untuk mengatasi masalah yang dialami masyarakat ini," ujarnya.
Menurut dia, kampanye "door to door" sangat baik untuk menyampai visi misi dan dapat berkomunikasi langsung serta mencari solusi masalah yang dihadapi masyarakat dibanding kampanye yang menghadirkan berbagai hiburan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Jika terpilih nanti menjadi anggota DPRD, saya siap memperjuangkan aspirasi masyarakat ini sehingga tercipta kondisi yang aman dalam meningkatkan kesejahterahan masyarakat," ujarnya.
Demikian juga, Sofi Erisa caleg dari PKS menyatakan, lebih mengandalkan kampanye "door to door" menyampaikan visi misinya untuk menarik simpatisan masyarakat.
"Kita terus berupaya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, melalui sosialisasi visi misi dan kinerja nyata di masayarakat, seperti bakti sosial, memberikan pengajian agama dan pendidikan Al Quran kepada anak-anak, sehingga tidak ada lagi anak yang buta membaca Al Quran," ujarnya.
Ia berharap, pada Pemilu Legislatif nanti, masyarakat lebih cerdas untuk memilih, sehingga pilihan tersebut akan membawa keuntungan dan kesejateraan bagi masyarakat.
"Saat ini, masyarakat sudah cerdas menggunakan hak pilihnya, sehingga pemimpin yang dipilihnya itu dapat menjadi wakil dalam menyuarakan aspirasinya di pemerintahan," ujarnya.
Pewarta: Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.