"Kami meminta KPU untuk memberikan data lengkap 'by name' dan 'by address' jumlah total daftar pemilih khusus (DPK), karena rawan terjadi kecurangan,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Pengawas Pemilihan Umum Bangka Belitung meminta Komisi Pemilihan Umum setempat memberikan data riil daftar pemilih khusus untuk memudahkan pengawasan pelaksanaan Pemilu Legislatif pada 9 April 2014.


"Kami meminta KPU untuk memberikan data lengkap 'by name' dan 'by address' jumlah total daftar pemilih khusus (DPK), karena rawan terjadi kecurangan," kata Divisi Pengawasan Bawaslu Babel, Sugesti di Pangkalpinang, Rabu.


Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pleno KPU pada Senin (1/4), jumlah DPK Bangka Belitung sebanyak 5.457 jiwa, sementara hasil sementara pleno sebelumnya hanya 1.517 jiwa dan terjadi penambahan yang cukup signifikan.


"Jika data riil sudah diperoleh, tentu kami mudah mengawasi dan memastikan pemilih tersebut memang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) dan DPK sehingga tidak terjadi kecurangan dalam perolehan suara yang menguntungkan salah satu parpol dan caleg," ujarnya.


Ia mengatakan, pada hari H pencoblosan surat suara, data riil DPK akan didistribusikan kepada petugas pengawas lapangan, sehingga mereka mudah mengawasi kebenaran data pemilih pada DPT, DPK, daftar pemilih tambahan dan daftar pemilih tambahan khusus.


Selain itu, katanya, pengawasan yang harus dilakukan panwaslu terkait juga dengan surat undangan memilih bagi pemilih (C6).    

"Pengawasan C6 itu perlu dilakukan karena bisa saja C6 tersebut dipergunakan oleh orang lain," katanya.


Ia menyebutkan, pemilih dapat melakukan hak pilih ke tempat pemungutan suara (TPS) lain tidak di TPS tempat pemilih terdaftar jika mereka melaksanakan tugas atau pindah.


"Kami berharap pengawas di lapangan jika menemukan adanya pemilih tidak di TPS tempatnya terdaftar tanpa adanya kriteria, seperti tidak dalam menjalankan tugas kerja atau pindah, bisa disampaikan ke panitia pemungutan suara (PPS)," katanya.

Pewarta: Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026