"Sebanyak 192 dari 391 desa dan kelurahan di provinsi ini rawan terjadi banjir, angin puting beliung, petir, kebakaran lahan dan gempa bumi," kata Kepala BPBD Kepulauan Babel, Mikron Antariksa di Pangkalpinang, Kamis.
Ia menambahkan pelatihan pencegahan dan penanganan korban bencana alam ini dalam rangka membentuk desa siaga bencana, sehingga warga tangguh dan selalu siap menghadapi bencana pada musim kemarau, pancaroba dan musim hujan.
"Minimal 20 hingga 50 orang warga di masing-masing desa rawan bencana dilatih teknik dalam menghadapi bencana," ujarnya.
Selain itu, warga juga dilatih dalam menyusun rencana kontingensi. Minsalnya terjadi bencana gempa bumi, warga sudah tahu dan bisa mengevakuasi korban bencana alam tersebut.
"Kita berharap warga yang mendapatkan pelatihan ini dapat menularkan keahliannya dalam penanganan bencana ke masyarakat lainnya di desa tersebut," lanjutnya.
Menurut dia paling efektif dalam penanganan bencana ini adalah masyarakat setempat, karena mereka mengetahui posisi terjadi bencana, kearifan lokal masyarakat dalam menghadapi bencana ini.
"Kita berharap pemerintah desa dan kelurahan mendukung kegiatan pelatihan ini, sehingga masyarakat lebih aktif mencegah dan menangani bencana alam ini," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.