Dengan doa bersama ini diharapkan masyarakat tidak golput. Kami mengajak masyarakat memberikan suara agar terpilih wakil rakyat yang terbaikPangkalpinang, (Antara Babel) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bangka Belitung (Babel) mengelar doa lintas agama agar Pemilu Legislatif pada 9 April 2014 berlangsung damai serta melahirkan pemimpin yang bertanggung jawab melalui partisipasi masyarakat secara cerdas.
"Dengan doa bersama ini diharapkan masyarakat tidak golput. Kami mengajak masyarakat memberikan suara agar terpilih wakil rakyat yang terbaik," kata Komisioner KPU Provinsi Babel Divisi SDM dan Organisasi, Davitri di Pangkalpinang, Senin.
Ia menjelaskan, kegiatan doa bersama di kantor KPU Babel yang dijadwalkan Senin (7/4) malam itu akan dihadiri para pemuka agama Islam, Kristen Protestan, Khatolik, Buddha, Hindu dan Konghucu.
Selain itu, juga dihadiri anggota KPU se-Babel, Bawaslu, Panwaslu kabupaten/kota, instansi pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan pimpinan partai politik di provinsi dan kabupaten/kota serta masyarakat.
"Para pemimpin agama ini akan secara bergiliran mendoakan agar pelaksanaan pemilu berlangsung kondusif, sehingga melahirkan pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab," ujarnya.
Menurut dia, kegiatan doa bersama ini merupakan sebuah momentum religius untuk mendekatkan diri secara sungguh-sungguh kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan memilih pemimpin yang beriman dan mampu memperjuangkan perubahan terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
"Berarti kita dituntut untuk merenungkan diri terhadap apa yang telah, sedang dan akan diperbuat, apakah diri kita telah berbuat baik dan melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat, lingkungan bahkan untuk kepentingan bangsa yang lebih luas," ujarnya.
Ia berharap doa bersama lintas agama ini dapat memberikan contoh kepada masyarakat tentang arti dan makna kerukunan, sehingga hubungan yang terjalin dengan baik antarumat beragama dapat menjadi modal untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat di Provinsi Babel.
"Kita berharap pada pemilu nanti kerukunan umat tetap terjaga dan tingkat partisipasi masyarakat menggunakan hak pilihnya akan semakin meningkat," ujarnya.
Pewarta: Oleh AprionisEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.