"Kami melibatkan relawan untuk membantu petugas pengawas pemilu lapangan (PPL) di kabupaten/kota yang tidak sebanding dengan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di daerah itu,"
Pangkalpinang, (Antara Babel) - Badan Pengawas Pemilu Bangka Belitung melibatkan 1.200 relawan untuk mengawasi pelaksanaan pencoblosan di tempat pemungutan suara Pemilu Legislatif, Rabu (9/4).

"Kami melibatkan relawan untuk membantu petugas pengawas pemilu lapangan (PPL) di kabupaten/kota yang tidak sebanding dengan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di daerah itu," kata Ketua Bawaslu Babel Zul Terry Apsupi di Pangkalpinang, Selasa.

Ia menjelaskan, pada Pemilu Legislatif 2014, jumlah petugas PPL di kabupaten/kota hanya 1.140 orang, sementara jumlah TPS mencapai 2.741 unit.

"Dengan relawan ini, tentu pengawasan lebih optimal dan pelanggaran-pelanggaran selama proses pencoblosan surat suara dapat diminimalisir," ujarnya.

Ia mengatakan, untuk merangkul para relawan tersebut, Bawaslu menggandeng sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang kepemiluan.

"Relawan yang bergabung merupakan warga Negara Indonesia berusia minimal 17 tahun pada hari pemungutan suara, dari kalangan pelajar SMA dan setingkatnya, mahasiswa dan masyarakat umum," ujarnya.

Menurut dia, apabila pengawasan pemilu hanya mengandalkan petugas PPL tentu pengawasan akan lemah dan  pelanggaran - pelanggaran yang terjadi tidak terpantau dan diproses secara hukum.

Untuk itu, kata dia, diimbau masyarakat ikut mengawasi pemilu ini, apabila ditemukan pelanggaran yang dilakukan salah satu caleg dan parpol diharapkan untuk melapor.

"Kami berharap setiap laporan masyarakat tersebut dilengkapi dengan bukti misalnya berupa foto, video dan lainnya, jika tidak disertai bukti yang kuat, kami sulit menindaklanjuti laporan tersebut," ujarnya.

Pewarta: Oleh Aprionis
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026