Sungailiat (Antaranews Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengharapkan operator sandi jaringan memaksimalkan Aplikasi Sanapati di tingkat kecamatan, pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menjalankan tugas masing-masing.

"Sesama operator jaringan Aplikasi Sanapati dan sebagai admin persandian harus menjaga administrasi surat menyurat, agar tetap terjaga kerahasiaan maupun kelancaran dalam berkomunikasi," kata Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Kabupaten Bangka Asmawi Alie di Sungailiat, Rabu.

Dia mengatakan, operator dapat memanfaatkan momen pelatihan Sanapati yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bangka untuk menimba ilmu seluas-luasnya.

Menurut dia, operator dari Sanapati merupakan perpanjangan tangan pemerintah di kecamatan, puskesmas dan OPD di setiap daerah.

"Di Indonesia saat ini telah memiliki Badan Siber Sandi Negara (BBSN) yang mengatur tata cara pengolahan Sanapati serta  memiliki server yang aman untuk menjaga data komunikasi," katanya.

Pemateri Sanapati, Rahmat Iskandar, mengatakan persandian adalah kegiatan di bidang pengamanan berita rahasia yang dilaksanakan dengan menerapkan konsep, teori dan seni dari ilmu kripto beserta ilmu pendukung lainnya yang mana secara sistematis, mitologis dan konsisten serta terikat pada etika profesi sandi.

"Kita menggunakan Sanapati untuk mengirimkan informasi dan surat yang telah terjamin. Ini untuk menangkal berita dan informasi hoak, seperti berita PNS kemarin banyak yang tidak jelas, walau ada cap, kop karena itu mengambil dari blog yang tidak jelas," kata Rahmat.

Dia mengatakan, untuk Sanapati servernya hanya ada di BBSN yang akses pengirimannya hanya ada di sesama jaringan Sanapati berbeda dengan server gratis seperti Gmail yang perwakilan Indonesia berada di Singapura dapat diketahui pihak server Singapura.

Ditambahkannya, bagi operator Sanapati saat ini pun menggunakan media sosial seperti whatapps pun kurang aman, sehingga semuanya lebih baik menggunakan Sanapati.

"Sebenarnya lebih aman memakai Sanapati untuk kita, pakai whatapps pun sebenarnya kurang aman," katanya.

Dia mengimbau manfaatkan Sanapati dalam melaksanakan tugas kita sehari-hari untuk memberi pelayanan kepada pemerintah daerah maupun masyarakat pada umumnya.

Pewarta: Dwi HP
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026