"Selain pelayanan praktik dokter diliburkan, para keluarga pasien juga banyak yang tidak menunggu keluarganya, mungkin mereka sedang menggunakan hak suaranya,"Muntok, (Antara Babel) - Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung sejak pagi hingga siang hari pada hari pemungutan suara terlihat sepi pengunjung.
"Selain pelayanan praktik dokter diliburkan, para keluarga pasien juga banyak yang tidak menunggu keluarganya, mungkin mereka sedang menggunakan hak suaranya," ujar petugas keamanan RSUD Bangka Barat, Rozali di Muntok, Rabu.
Menurutnya, pada pelaksanaan Pemilu Legislatif kali ini tidak seperti kegiatan pemilihan kepala daerah 2012, dimana pada waktu itu masih banyak keluarga pasien yang tinggal di rumah sakit atau tidak mencoblos.
"Kami tidak tahu masalah ini, namun kalau bagi saya pribadi saya akan rugi jika tidak menyalurkan hak pilih saya," kata dia.
Menurut dia, memilih wakil rakyat cukup penting untuk ikut berperan serta memperbaiki negeri Sejiran Setason.
Secara teknis, ia mengatakan para petugas keamanan di RSUD secara bergantian pergi ke TPS sehingga pusat pelayanan tersebut tetap ada yang jaga.
"Kami bergantian, paling lama satu jam meninggalkan tugas, karena kebetulan TPS saya agak jauh dari tempat tugas," kata Rozali.
Sementara itu, salah seorang penunggu pasien yang berasal dari Kecamatan Parittiga terpaksa tidak menggunakan haknya karena tidak membawa KTP dan undangan memilih atau format C6.
"Kami kemarin terburu-buru membawa orang tua ke rumah sakit dan tidak sempat membawa identitas diri, mau bagaimana lagi, terpaksa hari ini tidak mencoblos, kata dia.
Pewarta: Oleh Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026