Koba, Babel (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abu Hanifah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami kekurangan stok darah untuk golongan A, AB, dan D, seiring meningkatnya kebutuhan transfusi pasien talasemia.

Direktur RSUD Abu Hanifah dr Dianing Kiswari di Koba, Selasa, mengatakan kekurangan stok daerah terjadi karena adanya lonjakan kebutuhan darah karena rumah sakit tersebut menjadi rujukan pasien talasemia dari berbagai daerah.

“Kebutuhan darah meningkat, terutama untuk pasien talasemia dan kami memiliki poli khusus yang melayani tidak hanya pasien dari Bangka Tengah, tetapi juga dari Bangka Selatan dan Kota Pangkalpinang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini rumah sakit masih kekurangan stok untuk beberapa golongan darah tertentu, sehingga pihaknya mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.

“Kami berharap masyarakat bersedia mendonorkan darahnya, khususnya untuk golongan A, AB, dan D,” kata Dianing.

Dianing juga mengapresiasi langkah PMI Bangka Tengah yang menggelar kegiatan donor darah dalam rangka peringatan Hari Kartini, karena dinilai membantu memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit.

“Gebrakan ini sangat membantu kami dalam menjaga ketersediaan darah,” ujarnya.

Ketua PMI Bangka Tengah Maya mengatakan kegiatan donor darah tersebut menjadi momentum untuk mengajak masyarakat melakukan aksi kemanusiaan.

“Donor darah di Hari Kartini ini menjadi pengingat bagi semua kalangan untuk membantu sesama, terutama pasien yang membutuhkan transfusi darah dalam kondisi darurat,” katanya.

Ia mengungkapkan, saat ini stok darah di RSUD Abu Hanifah dalam kondisi sangat terbatas, bahkan kosong untuk sebagian besar golongan darah, kecuali golongan O.

“Stok darah di rumah sakit hampir kosong, hanya tersisa golongan O,” ujarnya.

Menyikapi kondisi tersebut, PMI terus berupaya menjaring pendonor dari berbagai kalangan guna memenuhi kebutuhan darah yang terus meningkat, terutama bagi pasien talasemia yang memerlukan transfusi secara rutin.

“Setetes darah sangat berarti untuk menyelamatkan nyawa dan kami mengajak masyarakat untuk mendonor sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan,” kata Maya.

Ia mengatakan, kebutuhan darah di RSUD Abu Hanifah meningkat sejak rumah sakit tersebut menjadi rujukan pasien dari luar daerah.

"Oleh karena itu, PMI terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan stok darah tetap terjaga," ujarnya.



Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026