"Kemenkop UKM RI dan Dinas Koperasi Babel meminta masyarakat untuk tetap waspada, tidak mudah percaya serta selalu dapat melakukan klarifikasi untuk penipuan ini agar tidak ada yang dirugikan," kata Kepala Diskop dan UMKM Babel, Elfiyena di Pangkallinang, Kamis.
Ia mengatakan, koperasi maupun pihak dinas tidak pernah meminta masyarakat untuk mentransfer sejumlah uang untuk biaya administrasi yang ditransfer ke rekening pribadi dan ?pinjaman berbunga rendah.
Untuk mengantisipasi modus penipuan ini, khususnya di wilayah Babel, Dinas Koperasi dan UMKM Babel meneruskan ?surat edaran dari Kementerian Koperasi dan UKM RI kepada Dinas Koperasi dan UKM di kabupaten/kota.
Selain itu, masyarakat juga harus mengenal koperasi mulai dari badan hukum, pengurus, hingga usahanya. Sebelum melakukan pinjaman, masyarakat diharapkan tidak sungkan untuk melapor atau bertanya ke dinas yang membidangi koperasi di kabupaten/kota masing-masing.
"Belakangan ini kembali terjadi penipuan yang mengatasnamakan koperasi. Oknum tertentu ?menawarkan pinjaman dengan bunga rendah, namun meminta biaya diawal yang ditransfer ke rekening pribadi," ujarnya.
Karena itu masyarakat harus mengantisipasinya dengan tidak percaya dan dapat melakukan pengecekan langsung ke dinas terkait bahkan membuat laporan modus penipuan, sebelum ada korban yang dirugikan.
"Kita harap masyarakat dapat melihat mana yang benar koperasi atau yang terindikasi modus penipuan sehingga tidak sungkan untuk melapor atau bertanya ke dinas yang membidangi koperasi di Kabupaten/Kota masing-masing," ujarnya.
Pewarta: Elza ElviaUploader : Adhitya SM
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.