Persatuan Pekerja Press mengatakan 60 persen dari serangan itu dilakukan oleh pasukan keamanan, dengan hanya seperempat yang dilakukan oleh demonstran di kedua belah pihak.
Sejak protes yang berlangsung hampir setiap hari dimulai pada awal Februari, serikat pekerja itu telah menghitung 82 kasus pelecehan, 40 serangan fisik dan 35 pencurian atau perusakan kamera dan bahan lainnya oleh polisi atau demonstran.
Serikat itu juga telah mencatat 23 penangkapan sewenang-wenang dari wartawan, katanya.
Protes itu mengecam kejahatan merajalela di jalanan, naiknya inflasi, prospek pekerjaan yang buruk dan kekurangan bahan pokok seperti susu dan kertas toilet.
Aksi itu telah menyebabkan 41 orang tewas dan lebih dari 650 terluka, serta memicu tuduhan pelanggaran HAM oleh polisi.
Editor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.