Pangkalpinang (Antaranews Babel) - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan meminta kelompok petani lada putih mengajukan permintaan bantuan sapi untuk menghasilkan kompos guna mengembangkan perkebunan khas daerah itu.

"Saya berharap petani tidak hanya mengembangkan lada, tetapi juga peternakan sapi," kata Erzaldi Rosman Djohan di Pangkalpinang, Kamis.

Ia mengatakan, bantuan sapi kepada kelompok petani lada ini sebagai upaya pemerintah mengubah kebiasaan masyarakat menggunakan pupuk kimia dalam menekuni usaha perkebunan yang membutuhkan biaya besar dan tidak lagi cocok untuk tanaman lada.

"Saya menginginkan pengembangan lada putih ini digandeng dengan ternak sapi. Oleh karena itu, diharapkan petani segera mengajukan bantuan sapi kepada pemerintah," ujarnya.

Menurut dia satu ekor sapi membuang kotorannya 25 kilogram per hari. Sementara itu kebutuhan kompos untuk satu hektare perkebunan lada sebanyak 10 hingga 12 ton kompos.

"Kami minta petani tidak hanya mengajukan bibit lada berkualitas tetapi juga sapi, sehingga pengelolaan lada semakin murah dan menguntungkan petani," katanya.

Ia menambahkan untuk mengembalikan kejayaan lada putih ini bukan semata-mata harga komoditas itu yang tinggi, tetapi manajemen penanaman dan pengolahan perkebunan lada tersebut.

"Ini perlu dukungan pemerintah daerah dan pusat untuk memperkuat manajemen petani dalam mengembangkan usaha perkebunan serta peternakan di daerah ini," ujarnya.

Erzaldi berkeinginan ongkos atau biaya produksi lada lebih murah melalui program peternakan sapi, penanganan hama penyakit, cara menanam yang baik dan program pemerintah lainnya.

"Kami ingin petani profesional. Oleh karena itu, petani harus mengikuti pelatihan manajemen dan pengelolaan perkebunan lada yang murah serta menguntungkan petani," katanya.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Adhitya SM

COPYRIGHT © ANTARA 2026