"Saat ini, pengadaan bantuan kapal tersebut masih proses pelelangan dan mudah-mudahan akhir Mei 2014 bantuan tersebut sudah diserahkan kepada 13 kelompok nelayan di Babel,"
Pangkalpinang, (Antara Babel) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bangka Belitung (Babel), akan menyalurkan 13 unit kapal berkapasitas tujuh gross ton untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan nelayan di daerah itu.

"Saat ini, pengadaan bantuan kapal tersebut masih proses pelelangan dan mudah-mudahan akhir Mei 2014 bantuan tersebut sudah diserahkan kepada 13 kelompok nelayan di Babel," kata Sekretaris DKP Babel, Kristializar di Pangkalpinang, Kamis.

Ia menjelaskan, dana pengadaan 13 unit kapal tersebut berasal dari APBD 2014 sebesar Rp7,4 miliar.

"Mudah-mudahan dengan bantuan ini, nelayan lebih jauh melaut, sehingga hasil tangkapan ikan diperoleh lebih banyak untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya," ujarnya.

Menurut dia, pemberian bantuan kapal kepada nelayan tersebut merupakan perhatian dari Gubernur Bangka Belitung (Babel), Rustam Efendi untuk mempercepat pemerataaan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat .

"Dengan adanya bantuan ini, tentu sangat membantu nelayan kurang mampu untuk memiliki kapal yang berukuran besar, sehingga mereka bisa mencari ikan ke tengah laut," ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini, kapal tangkap ikan nelayan tradisional masih banyak berukurun kecil dengan jarak tempuh melaut hanya satu hingga empat mil dari pantai.

Jumlah nelayan di Babel sebanyak 17.225 orang tersebar di Kabupaten Bangka sebanyak 2.334 orang, Belitung sebanyak 2.585 orang, Pangkalpinang sebanyak 1.139 orang, Bangka Barat 1.599 orang, Bangka Tengah 3.657 orang, Bangka Selatan 2.589 orang dan Kabupaten Belitung Timur sebanyak 3.322 orang.

Sementara itu, jumlah kapal nelayan sebanyak 17.087 unit dengan rincian 11.424 unit kapal motor, 3.783 unit motor tempel dan 1.880 unit perahu tanpa motor.

"Kami secara bertahap akan memberikan bantuan kapal yang memiliki daya jelajah mencapai  7 hingga 10 mil kepada nelayan yang memiliki kapal tangkap ikan di bawah satu GT atau perahu tanpa motor," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, diharapkan nelayan yang mendapatkan bantuan kapal ini, harus dijaga, dirawat dan juga dioperasionalkan semaksimal mungkin. Jika tidak, kita bisa saja menarik kembali kapal itu.

"Kami akan melakukan tindakan tegas terhadap kelompok nelayan yang mendapatkan bantuan kapal tersebut jika dalam realisasinya tidak dioperasionalkan secara maksimal," ujarnya.

Pewarta: Oleh: Aprionis
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026