"Biasanya penyerapan anggaran pada awal tahun atau triwulan I belum begitu banyak. Penyerapan anggaran akan besar pada pertengahan tahun karena semua kegiatan sudah jalan,"
Koba, (Antara Babel) - Penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung  hingga April 2014 mencapai 13,04 persen atau senilai Rp82.289.277.757 dari alokasi anggaran sebesar Rp631.175.282.700.

"Biasanya penyerapan anggaran pada awal tahun atau triwulan I belum begitu banyak. Penyerapan anggaran akan besar pada pertengahan tahun karena semua kegiatan sudah jalan," kata Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset dan Kekayaan Daerah Bangka Tengah, A Syarifullah Nizam di Koba, Kamis.

Ia menjelaskan, penyerapan APBD tersebut bersumber dari tiga pos anggaran belanja yaitu belanja operasi, belanja modal dan belanja tidak terduga.

"Penyerapan belanja dari pos tak terduga masih nol persen, sedangkan belanja operasi dan belanja modal sudah terserap namun masih di bawah 15 persen," jelasnya.

Ia menjelaskan, realisasi belanja operasi pada triwulan I atau hingga April 2014 sebesar Rp67.147.009.707 atau sebesar 14,24 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp471.598.849.200.

"Sedangkan realisasi belanja modal sebesar Rp15.142.268.050 atau sebesar 9,61  persen dari alokasi anggaran senilai Rp157.567.433.500," ujarnya.

Ia mengatakan, realisasi belanja daerah paling tinggi terdapat di pos belanja tanah yang merupakan bagian dari belanja modal yakni senilai Rp4.4696.862.850 atau 56,16 persen dari alokasi sebesar Rp8.007.750.000.

Sementara belanja operasi di antaranya pos belanja pegawai terealisasi sebesar 15,40 persen, belanja barang 9,75 persen, hibah 35,38 persen, belanja bantuan sosial sebesar 7,06 persen dan belanja bantuan keuangan sebesar 19,92 persen.

Selain itu, untuk belanja modal yang sudah terserap yaitu belanja tanah sebesar 56,16 persen, belanja peralatan dan mesin sebesar 6,05 persen, belanja gedung dan bangunan 9,42 persen dan belanja jalan, irirgasi dan jaringan sebesar 5,76 persen.

"Pada belanja modal ini masih terdapat satu pos anggaran yang belum ada realiasasinya yaitu belanja aset tetap lainnya dengan alokasi anggaran senilai Rp30.500.000," jelasnya.


Pewarta: Oleh Ahmadi
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026