"Deflasi di Kota Tanjungpandan karena penurunan indeks harga konsumen dari 115,43 pada Maret 2014 menjadi 114,68 pada April 2014,"Pangkalpinang,(Antara Babel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung (Babel), menyatakan Kota Tanjungpandan pada April 2014 mengalami deflasi sebesar 0,65 persen, dengan indeks harga konsumen sebesar 114,68.
"Deflasi di Kota Tanjungpandan karena penurunan indeks harga konsumen dari 115,43 pada Maret 2014 menjadi 114,68 pada April 2014," kata Kepala BPS Babel, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Sabtu.
Ia menjelaskan, deflasi ini juga karena adanya penurunan indeks pada kelompok kelompok bahan makanan sebesar 2,25 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,08 persen, kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,58 persen, kelompok.
Sementara itu, kata dia, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 0,05 persen, kelompok sandang sebesar 0,56 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,64 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,01 persen.
Ia mengatakan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada April 2014 yaitu, daging sapi, ikan kembung, kepiting atau rajungan, ikan asin belah selar, susu untuk balita, bayam, kacang panjang, kangkung, sawi hijau, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, minyak goreng dan lemari es atau kulkas
Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga yaitu, beras, ayam hidup, daging ayam ras, cumi-cumi, ikan tenggiri, udang basah, telur ayam ras, kentang, kol putih atau kubis, terong panjang, tomat sayur, wortel, kacang tanah, jeruk, melon, semangka, cabai merah, semen, emas perhiasan, angkutan udara dan bensin.
"Tingkat inflasi Kota Tanjungpandan April 2014 sebesar 2,31 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2014 terhadap April 2013) sebesar 11,13 persen," ujarnya.
Ia mengatakan, indeks harga konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan.
"Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga, tingkat inflasi atau deflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke masyarakat setiap awal bulan," ujarnya.
Ia menjelaskan, pada April 2014 di wilayah Pulau Sumatera tercatat 16 kota mengalami deflasi dan 7 kota mengalami inflasi, deflasi yang tertinggi terjadi di Tanjung Pinang sebesar 0,87 persen sedangkan yang terendah di Lhoksumawe sebesar 0,01 persen.
Sementara itu inflasi tertinggi terjadi di Pangkalpinang sebesar 1,57 persen dan terendah di Padang Sidempuan sebesar 0,08 persen.
Pewarta: Oleh MulkiEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.