"Beberapa hari lalu sudah didistribusikan ke lima Mapolsek di seluruh Bangka Barat dan soal tersebut baru akan diambil pihak sekolah saat berlangsungnya UN pada 5 hingga 8 Mei 2014,"
Muntok, (Antara Babel) - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung menyatakan seluruh soal Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTs masih di Mapolsek untuk menghindari kemungkinan terjadinya kecurangan.

"Beberapa hari lalu sudah didistribusikan ke lima Mapolsek di seluruh Bangka Barat dan soal tersebut baru akan diambil pihak sekolah saat berlangsungnya UN pada 5 hingga 8 Mei 2014," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Disdikpora Kabupaten Bangka Barat, Eko Nugroho di Muntok, Sabtu.

Ia menjelaskan, dalam distribusi soal oleh Dinas Pendidikan bersama dengan pihak Kepolisian selama ini lancar dan jumlah paket soal yang dibutuhkan juga cukup sesuai atau tidak mengalami kekurangan.

Keterlibatan pihak Kepolisian sesuai dengan petunjuk dari pusat dan diharapkan terwujudnya UN yang jujur dan menghindari terjadinya kemungkinan kecurangan, katanya.

Untuk menghindari kecurangan, kata dia, pada saat pelaksanaan UN dilakukan pola pengawasan silang antarsekolah dan sesuai ketentuan setiap ruang juga maksimal akan diisi 20 orang peserta dan diawasi dua orang guru dari sekolah lain dan bukan guru bidang studi yang diujikan.

"Kami sudah menunjuk sebanyak 274 orang guru, mereka akan bergantian menjadi pengawas di 137 unit ruang kelas yang digunakan untuk ujian di 39 sekolah yang tersebar di enam kecamatan seluruh Kabupaten Bangka Barat," kata dia.

Ia mengatakan, peserta UN tingkat SMP/MTs di daerah itu sebanyak 2.321 pelajar yang berasal dari Kecamatan Muntok sebanyak 576 pelajar dari delapan sekolah, terdiri dari 279 laki-laki dan 297 perempuan, Kecamatan Simpang Teritip sebanyak 371 pelajar dari delapan sekolah yang terdiri dari 154 laki-laki dan 217 perempuan.

Kemudian Kecamatan Kelapa terdapat 431 pelajar dari enam sekolah yang terdiri dari 208 laki-laki dan 223 perempuan, Kecamatan Tempilang 341 dari tujuh sekolah terdiri dari 156 laki-laki dan 192 perempuan, Kecamatan Jebus 317 pelajar dari tiga unit sekolah yang terdiri dari 125 laki-laki dan 192 perempuan, dan Kecamatan Parittiga terdapat 285 peserta dari tujuh sekolah yang terdiri dari 126 laki-laki dan 157 perempuan.

"Pada hari pertama yaitu Senin (5/5) mata pelajaran yang akan diujikan Bahasa Indonesia, Selasa (6/5) Matematika, Rabu (7/5) Bahasa Inggris dan Kamis (8/5) Ilmu Pengetahuan Alam. Kami harapkan semua berjalan baik dan seluruh peserta bisa mengikuti rangkaian ujian sesuai jadwal sehingga tidak perlu menggelar UN susulan," kata dia.

Namun, kata dia, jika memang nanti ada peserta yang terpaksa tidak bisa mengikuti UN sesuai jadwal karena sakit atau hal lain, Disdikpora memberi kesempatan untuk UN susulan yang akan digelar pada 12 hingga 16 Mei 2014 di sekolah bersangkutan dengan penjadwalan sesuai urutan jadwal UN.

Pewarta: Oleh Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026