"Jadwal pemeriksaan itu sedang dikoordinasikan karena seharusnya menurut prosedur itu kalau hari ini mendaftar, besok langsung pemeriksaan kesehatan. Tetapi kelihatannya mereka mengusulkan untuk ditunda,"
Jakarta (Antara Babel) - Bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla meminta penundaan jadwal tes kesehatan di RSPAD Gatot Subroto karena ada kesibukan tertentu, kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum Pusat Hadar Nafis Gumay, Senin.

"Jadwal pemeriksaan itu sedang dikoordinasikan karena seharusnya menurut prosedur itu kalau hari ini mendaftar, besok langsung pemeriksaan kesehatan. Tetapi kelihatannya mereka mengusulkan untuk ditunda," kata Hadar di Gedung KPU Pusat Jakarta.

Akibat permintaan penundaan tes kesehatan tersebut, KPU belum mengeluarkan surat pengantar "medical check-up" bagi pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. Surat pengantar itu nantinya wajib dibawa pada saat pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Subroto.

"Tadinya sudah kami siapkan surat pengantar itu, tetapi kami belum bisa mengeluarkan surat pengantar karena ada permintaan ditunda dari mereka," kata Hadar.

Pihak KPU dan petugas penghubung (liaison officer) hingga saat ini masih berkoordinasi untuk menentukan jadwal pemeriksaan kesehatan. KPU berharap, kalau pun harus ditunda, pelaksanaan tes kesehatan paling lambat dilakukan Rabu (21/5).

Hal itu disebabkan oleh keterbatasan waktu verifikasi berbagai dokumen persyaratan bakal pasangan capres dan cawapres yang nantinya harus ditetapkan pada 31 Mei.

"Dokumen persyaratan itu harus kami verifikasi, termasuk hasil tes kesehatan. Verifikasi itu harus sudah kami selesaikan dan kami sampaikan pada 24 Mei," jelas Hadar.

Tahapan pemeriksaan kesehatan bagi bakal capres dan cawapres dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat (23/5).

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Zaenal Abidin, MH.Kes mengatakan proses pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh 14 tim dokter spesialis dan satu tim dari RSPAD Gatot Subroto.

Tim Penilai Kesehatan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Pemilu 2014 tersebut dilampirkan dalam Surat Keputusan PB IDI Nomor 1120/PB/A.4/05/2014.

"Ada 14 tim dokter spesialis dan satu tim yang disiapkan oleh RSPAD Gatot Subroto. Semua dokter anggota tim tersebut sudah siap melakukan pemeriksaan kesehatan capres dan cawapres mulai Senin," ujarnya.

Ke-14 tim dokter spesialis tersebut menguasai bidang penyakit dalam, jantung pembuluh darah, paru-paru, bedah umum, bedah urologi, bedah ortopedi, obstetri dan ginekolog, serta neurologi. Selain itu ada pula dokter ahli mata, THT (telinga, hidung, tenggorokan), patologi klinik, patologi anatomi, radiologi dan kejiwaan.

Pewarta: Oleh Fransiska Ninditya
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026