Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menemukan sebanyak 13 kasus penyakit kaki gajah (filariasis) yang hingga sekarang masih dalam tahap pemantau tenaga medis.

"Kami menemukan ada 13 kasus kaki gajah, tapi itu kasus lama sementara kasus baru dinyatakan nihil," kata Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, dr Bahrun R Siregar di Koba, Senin.

Ia menjelaskan, 13 kasus penyakit kaki gajah tersebut dengan rincian sebanyak delapan kasus di Kecamatan Sungaiselan, empat kasus di Lubuk Besar dan satu kasus di Kecamatan Simpangkatis.

"Penyakit kaki gajah ini memang menjadi program rutin kami di bidang pencegahan yang dilaksanakan para tenaga medis di Puskesmas," ujarnya.

Pihaknya dalam beberapa tahun terakhir terus berupaya menekan angka kasus penyakit kaki gajah dengan pemberian obat yang tepat dan juga obat cacing kepada warga.

"Dalam dua tahun terakhir tidak ditemukan lagi penderita kaki gajah yang baru, sebanyak 13 kasus yang kami temukan itu adalah kasus lama," ujarnya.

Ia menjelaskan, penyakit kaki gajah disebabkan oleh infeksi cacing filaria yang menginfeksi penderitanya melalui gigitan nyamuk.

"Cacing akan masuk ke dalam pembuluh getah bening dan kemudian berkembang biak di dalamnya sehingga muncul penyakit yang dalam bahasa medis filariasis atau kaki gajah," ujarnya.

Pewarta: Ahmadi

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2019