Muntok (Antara Babel) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, mendorong warga mengelola dan memanfaatkan sampah sebagai upaya meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat sekaligus memberi tambahan pendapatan keluarga.
"Mulai tahun depan kami akan mempererat kerja sama dengan kelompok masyarakat untuk memberikan sosialisasi akan manfaat pengolahan sampah yang dimulai dari keluarga, kami harapkan rencana ini berjalan sesuai yang diharapkan," ujar Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Bangka Barat Yuwanda Eka Putra di Muntok, Selasa.
Ia menjelaskan, sampai saat ini warga di daerah itu masih kurang memiliki pemahaman akan nilai ekonomi sampah sehingga pengelolaannya masih sangat minim, hanya sebatas dibuang begitu saja.
Menurut dia, sampah rumah tangga baik yang organik maupun nonorganik hanya dibuang di tempat sampah atau dibakar, padahal sebenarnya jika dikelola dengan baik dan benar akan mendatangkan kesejahteraan sekaligus meningkatkan derajat kesehatannya.
"Kami berharap warga sadar sampah, yang organik bisa dijadikan kompos, yang nonorganik dimanfaatkan untuk kerajinan atau dijual lagi dengan pemilahan sesuai kebutuhan pasar," kata dia.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, kata dia, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri dan akan menggandeng sebanyak mungkin kelompok masyarakat untuk berperan serta dalam sosialisasi sekaligus memberikan secara langsung pola pengolahan sampah agar memiliki nilai tambah.
"Sebenarnya dalam pengelolaan persampahan bukan hanya tanggung jawab Dinkes, namun harus ada tim terpadu khusus sehingga kebijakan yang diambil bisa berkelanjutan seluruh sektor," kata dia.
Dengan adanya kerja sama antarlembaga tersebut, diharapkannya penanganan masalah sampah bisa terpadu dan menyeluruh sehingga gerakannya terlihat nyata di masyarakat.
"Ke depan kami berharap semakin tumbuh kesadaran warga untuk memilah sampah mulai dari rumah tangga sehingga pengelolaannya akan lebih mudah dan tidak banyak lagi sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir," kata dia.
Dengan pola penanganan sampah seperti itu, ia berharap akan muncul pengolah sampah untuk dijadikan produk daur ulang yang akan memberikan peningkatan ekonomi pengolahnya.
"Selain itu, bank sampah juga akan berjalan dengan baik dan masyarakat bisa ikut menjadi pelaku pembangunan. Untuk itu kami berharap pemerintah daerah nantinya memberikan perhatian lebih dalam penanganan sampah," katanya.
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2014
"Mulai tahun depan kami akan mempererat kerja sama dengan kelompok masyarakat untuk memberikan sosialisasi akan manfaat pengolahan sampah yang dimulai dari keluarga, kami harapkan rencana ini berjalan sesuai yang diharapkan," ujar Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Bangka Barat Yuwanda Eka Putra di Muntok, Selasa.
Ia menjelaskan, sampai saat ini warga di daerah itu masih kurang memiliki pemahaman akan nilai ekonomi sampah sehingga pengelolaannya masih sangat minim, hanya sebatas dibuang begitu saja.
Menurut dia, sampah rumah tangga baik yang organik maupun nonorganik hanya dibuang di tempat sampah atau dibakar, padahal sebenarnya jika dikelola dengan baik dan benar akan mendatangkan kesejahteraan sekaligus meningkatkan derajat kesehatannya.
"Kami berharap warga sadar sampah, yang organik bisa dijadikan kompos, yang nonorganik dimanfaatkan untuk kerajinan atau dijual lagi dengan pemilahan sesuai kebutuhan pasar," kata dia.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, kata dia, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri dan akan menggandeng sebanyak mungkin kelompok masyarakat untuk berperan serta dalam sosialisasi sekaligus memberikan secara langsung pola pengolahan sampah agar memiliki nilai tambah.
"Sebenarnya dalam pengelolaan persampahan bukan hanya tanggung jawab Dinkes, namun harus ada tim terpadu khusus sehingga kebijakan yang diambil bisa berkelanjutan seluruh sektor," kata dia.
Dengan adanya kerja sama antarlembaga tersebut, diharapkannya penanganan masalah sampah bisa terpadu dan menyeluruh sehingga gerakannya terlihat nyata di masyarakat.
"Ke depan kami berharap semakin tumbuh kesadaran warga untuk memilah sampah mulai dari rumah tangga sehingga pengelolaannya akan lebih mudah dan tidak banyak lagi sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir," kata dia.
Dengan pola penanganan sampah seperti itu, ia berharap akan muncul pengolah sampah untuk dijadikan produk daur ulang yang akan memberikan peningkatan ekonomi pengolahnya.
"Selain itu, bank sampah juga akan berjalan dengan baik dan masyarakat bisa ikut menjadi pelaku pembangunan. Untuk itu kami berharap pemerintah daerah nantinya memberikan perhatian lebih dalam penanganan sampah," katanya.
Editor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2014