Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyalurkan sebanyak 8.605 paket sembilan bahan pokok (sembako) bersubsidi kepada masyarakat penerima manfaat.

"Penyaluran paket sembako murah bersubsidi ini dalam rangka kegiatan operasi pasar untuk mengendalikan harga pasar yang cenderung naik menjelang Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah," kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan (DPMPTSPP) Belitung Timur, Liatim di Manggar, Minggu.

Ia menjelaskan, mekanisme penyaluran sembako murah itu menyesuaikan dengan protokol kesehatan yang bekerja sama dengan PT Pos Indonesia untuk penyalurannya ke setiap desa.

"Ini dilakukan untuk mengantisipasi kerumunan yang bisa melanggar protokol kesehatan COVID-19, sehingga tidak menimbulkan klaster baru," ujarnya.

Ia menjelaskan, penyaluran sembako murah dalam operasi pasar murah bersubsidi ini sebagai upaya menekan laju inflasi yang biasanya meningkat pada saat memasuki Lebaran Idul Fitri.

"Pasar murah bersubsidi ini menggunakan anggaran Rp879.457.500 dengan total paket sembako yang dibagikan untuk 8.605 penerima. Untuk satu paket sembako terdiri dari beras premium lima kilogram, gula pasir dua kilogram, minyak goreng satu liter, dan tepung terigu satu kilo," jelasnya.

Ia mengatakan, harga normal untuk paket sembako tersebut Rp104.800, sedangkan harga jual tembus di masyarakat sebesar Rp31.500, dengan besaran skema subsidi yang diberikan sebesar 70 persen dan masyarakat membayar hanya 30 persen.

"Pelaksanaan operasi pasar murah bersubsidi ini menggunakan mekanisme Swakelola type II, dimana Perum Bulog Kansilog Belitung sebagai Pelaksana Swakelola dalam pemenuhan barang kebutuhan pokok.

Sedangkan pelaksanaan penyaluran paket bahan pokok bersubsidi ini dilaksanakan oleh PT. Pos Indonesia dengan menggunakan anggaran Rp39.000.000," jelasnya.

Pewarta: Ahmadi

Editor : Adhitya SM


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2021