Bupati Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Algafry Rahman mengajak para petani lebih fokus mengembangkan tanaman hortikultura jenis cabai dan bawang merah.

"Saat ini kita mendorong petani lebih fokus mengembangkan cabai dan bawang merah karena dua komoditas ini sebagai penyumbang inflasi cukup tinggi," ujarnya di Koba, Senin.

Bupati mengatakan itu menyikapi dana insentif daerah (DID) senilai Rp10,3 miliar yang sudah diterima daerah itu karena dinilai berhasil menekan inflasi.

"Kami sadar bahwa komoditas cabai dan bawang merah selama ini selalu didatangkan dari luar provinsi, sehingga situasi ini memicu tingginya inflasi," ujarnya.

Baca juga: BI bersama Pemkab Bangka Tengah tanam bawang dan cabai guna tekan inflasi

Justeru itu, kata dia, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah daerah terus mendorong petani untuk bertanam cabai dan bawang merah baik secara perorangan maupun berkelompok.

"Hasilnya menurut kami sangat luar biasa, produksi cabai dan bawang merah lokal secara perlahan mulai naik dan ketergantungan dari luar daerah mulai dikurangi," ujarnya.

Sentuhan sektor pertanian yang diberikan pemerintah daerah kata dia tentu saja dibuktikan dengan pemberian bantuan bibit dan perluasan lahan tanam.

"Untuk pengembangan sektor pertanian hortikultura ini kita juga banyak dibantu pihak Bank Indonesia (BI) melalui program CSR mereka," ujarnya.

Baca juga: Pemkab Bangka perluas tanaman bawang 15 hektar saat musim tanam

Menurut bupati, mengajak warga untuk kembali bertani juga bagian dari upaya dari pemerintah daerah untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sektor pertambangan bijih timah.

"Kita secara perlahan mulai mengajak masyarakat untuk mencintai lingkungan dan menyadarkan mereka bahwa lahan eks tambang harus dimanfaatkan untuk bisa menjadi produktif," ujarnya.

Saat ini kata bupati sudah ada sekitar 200 hektare lebih lahan eks tambang bijih timah ditanami tanaman hortikultura dan itu tersebar pada enam atau seluruh kecamatan di daerah itu.

"Menurut kami ini dampaknya luar biasa, selain menumbuhkan sektor perekonomian baru bagi masyarakat, juga mengajak mereka untuk mulai terbiasa hidup tanpa harus dengan mengeruk bijih timah yang suatu saat cadangannya bakal habis," ujarnya.

Baca juga: Pemkab Bangka Tengah sediakan lahan 25 hektare untuk tanaman bawang

Pewarta: Ahmadi

Editor : Joko Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2023