Nilai produksi ikan hasil tangkapan nelayan di Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada bulan Juli 2023 mencapai Rp15 miliar lebih atau setara dengan volume ikan sebanyak 489.705 kilogram.

Sub Koordinator Operasional Pelabuhan, PPN Sungailiat Purwanti, di Sungailiat, Jumat, mengatakan nilai produksi ikan yang mencapai Rp15 miliar lebih berasal dari 886 unit kapal yang melakukan pembongkaran hasil tangkapan di pelabuhan perikanan.

"Jumlah nilai produksi tersebut melampaui target yang ditetapkan pada bulan Juli 2023 sebesar Rp8 miliar lebih atau 424.698 kilogram ikan," ujar dia.

Realisasi nilai produksi ikan yang mampu melebihi target di bulan itu, kata Purwanti, juga berhasil melebihi target pada bulan Juni 2023 sebesar Rp11.121.846.000 atau volume produksi ikan sebanyak 446 970 kilogram.

Nelayan Sungailiat yang umumnya menggunakan kapal penangkapan ikan kapasitas lima sampai 10 gross tonnage, semuanya menggunakan alat tangkap ikan yang diatur dalam ketentuan, seperti pancing ulur, payang, gillnet tetap, gillnet hanyut, mini pursesine dan bubu.

"Hasil ikan tangkapan nelayan dipengaruhi kondisi cuaca di daerah penangkapan saat itu, saat gelombang pasang yang disertai angin kencang biasanya hasil tangkapan mengalami penurunan," katanya pula.

Penjualan ikan hasil tangkapan disesuaikan dengan kualitas ikan, untuk ikan kualitas ekspor oleh nelayan dijual ke perusahaan eksportir, sedangkan ikan kualitas lokal akan dijual langsung ke pasar tradisional atau di pelelangan.

"Saya ingatkan nelayan yang melakukan aktivitas penangkapan hendaknya tetap mewaspadai kondisi cuaca di perairan laut, serta melengkapi dokumen penangkapan yang ditetapkan," ujar dia pula.

Pewarta: Kasmono

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2023