Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meminta seluruh warga mewaspadai kemungkinan terjadi bencana pada masa peralihan musim saat ini untuk menghindari jatuh korban.

"Pada saat memasuki musim penghujan seperti ini biasanya akan terjadi perubahan cuaca mendadak yang berpotensi terjadi bencana alam, seperti angin kencang, puting beliung, gelombang tinggi, dan banjir yang disebabkan pasang air laut," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangka Barat Achmad Nursyandi di Mentok, Sabtu.

Selama ini, pihaknya bekerja sama dengan instansi terkait, pemerintah desa, dan pemerintah kecamatan telah melakukan pemetaan dan pendataan daerah rawan bencana.

"Kami mendata ada sekitar 30 titik rawan bencana yang tersebar di seluruh enam kecamatan, lokasi itu potensial untuk terjadi bencana banjir pasang air laut, angin kencang, dan puting beliung," ujarnya.

Potensi bencana lain, seperti abrasi dan bencana lain yang biasa disebabkan oleh curah hujan tinggi.

Ia mengatakan saat ini intensitas hujan masih termasuk kategori ringan, namun potensi-potensi bencana akibat cuaca peralihan harus tetap diwaspadai.

"Kami mengimbau warga, terutama yang berada di wilayah pesisir selalu waspada dan siaga pada saat masa pergantian musim seperti saat ini," katanya.

Kepada para nelayan dan warga yang biasa beraktivitas di laut diharapkan meningkatkan kewaspadaan dengan memperhatikan kondisi cuaca di sekitar dan memantau prakiraan cuaca yang diterbitkan BMKG.

Hal ini, kata dia, penting dilakukan warga sebelum memutuskan berangkat melaut guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja.

Selain itu, mereka diharapkan melengkapi diri dengan berbagai kelengkapan keselamatan dan radio komunikasi.

"Jika cuaca tidak memungkinkan kami harapkan untuk tidak memaksakan diri melaut, demi keselamatan bersama," kata Achmad Nursyandi.

Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2023