Petani Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mulai menanam jagung manis, guna memenuhi tingginya permintaan masyarakat terhadap komoditi tersebut pada malam pergantian tahun mendatang.

"Sejumlah petani di Belitung saat ini mulai menanam jagung manis untuk memenuhi tingginya permintaan jagung manis pada malam pergantian tahun nanti," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Belitung, Tenny Meireni di Tanjung Pandan, Sabtu.

DKPP Belitung mencatat luas tanam jagung manis petani setempat pada September dan Oktober mencapai 19,4 hektare.

Menurut dia, luas tanam jagung manis di daerah itu tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya seluas 24 hektare karena faktor El Nino atau kemarau.

"Banyak petani yang tidak menanam jagung manis dikarenakan kondisi tanah kering akibat kemarau panjang yang terjadi beberapa bulan lalu," ujarnya.

Disampaikannya, dari 19,4 hektare luas tanam tersebut, produksi jagung manis petani bisa mencapai 194 ton, sehingga dipastikan cukup memenuhi permintaan masyarakat.

"Dengan asumsi produksi jagung manis adalah rata-rata mencapai 10 ton per hektare. Sedangkan lama waktu tanam hingga panen membutuhkan 80 hari," katanya.
 
Tenny menyampaikan, permintaan jagung manis terus meningkat menjelang malam pergantian tahun sehingga menjadi peluang yang menjanjikan bagi petani setempat.

"Kami harapkan petani dapat memanfaatkan peluang bisnis ini untuk meningkatkan pendapatan mereka," ujarnya.

Dikatakan dia, hasil panen jagung manis dijual atau dipasok ke sejumlah pedagang di pasar tradisional setempat.

"Harga jagung manis menjelang malam pergantian tahun dijual Rp12 ribu per kilogram bahkan di atas itu sehingga nilai ekonominya cukup tinggi dan kami harapkan ini bisa meningkatkan pendapatan petani," ujarnya.

Pewarta: Apriliansyah

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2023