Pangkalpinang (Antara Babel) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggandeng komunitas masyarakat keturunan Tionghoa guna meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara di daerah itu.

"Berbagai upacara keagamaan dan tradisi masyarakat Tionghoa akan dikemas untuk dijadikan objek dan daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke daerah ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Babel, KA Tajuddin di Pangkalpinang, Selasa.

Ia menjelaskan kerja sama dengan masyarakat keturunan Tionghoa ini untuk mendukung program Kementerian Pariwisata yang telah menjadikan Tiongkok sebagai pasar pariwisata Indonesia.

"Kami berkeinginan berbagai upacara keagamaan dan tradisi masyarakat Tionghoa daerah ini tidak hanya dinikmati warga lokal, wisatawan lokal tetapi juga wisatawan asal Tiongkok dan negara lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan, berdasarkan hitungan Kementerian Pariwisata dalam setahun sebanyak 200 juta masyarakat Tiongkok melakukan perjalanan wisata ke berbagai negara.

"Kita memiliki potensi untuk menarik sebanyak-banyaknya wisatawan Tiongkok ini karena memiliki kedekatan seni dan budaya dengan masyarakat Tionghoa di daerah ini," ujarnya.

Menurut dia berbagai upacara keagamaan dan seni budaya masyarakat Tionghoa ini seperti sembahyang kubur, rebut, sembahyang bulan, peh cun dan lainnya yang digelar secara rutin setiap tahunnya merupakan sebuah potensi besar.

"Ke depannya tradisi masyarakat Tionghoa ini akan dijadikan pasar wisata Bangka Belitung untuk menarik sebanyak-banyak wisman," ujarnya.

Ia mengatakan, komunitas Tionghoa mulai menetap di Pulau Belitung sejak 1293. Saat itu rombongan kapal tentara China yang berlayar hendak menyerang Kerajaan Singasari, Jawa Timur dihantam badai besar dan terdampar dan menetap di Belitung.

Pada abad ke-18 tentara China di bawah kepemimpinan Laksamana Cheng Ho juga sempat singgah di Pulau Belitung.

"Kehadiran etnis Tionghoa secara besar-besaran berawal dari penambangan timah untuk menjadi kuli kontrak di Bangka dan Belitung pada 1710," ujarnya.

Pewarta: Aprionis

Editor : Mulki


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2016