Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Bangka Belitung telah mengedukasi 75.000 pelajar terkait bahaya narkoba, sebagai langkah mencegah dan menekan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di daerah itu.
"Sampai saat ini, sudah 75 ribu siswa telah diberikan sosialisasi bahaya narkotika ini," kata Penyidik Madya BNNP Kepulauan Babel Kombes Pol M. Nizar di Pangkalpinang, Kamis.
Dia mengatakan dalam memberikan edukasi dengan para pelajar ini, BNNP Kepulauan Bangka Belitung bekerja sama dengan Pramuka se-Kepulauan Babel, sekolah dan instansi terkait lainnya.
"Kami juga menyediakan sejumlah sarana informasi melalui media sosial maupun mall pelayanan, serta rakor dan pelatihan softskill kepada masyarakat khususnya para generasi penerus bangsa ini," ujarnya.
Menurut dia, dalam mencegah peredaran narkoba di kalangan pelajar ini, BNNP menyarankan agar anak-anak termasuk pelajar, diberikan banyak ruang untuk mengikuti berbagai perlombaan.
“Tidak kalah pentingnya dalam memberantas peredaran narkoba ini, pelaku pengedar barang haram ini diberikan hukuman yang memberikan efek jera, agar pelaku ke depan bisa diberikan hukuman social,” katanya.
Ditnarkoba Polda Kepulauan Babel Kombes Pol Slamet Ady Purnomo mengatakan sejak Januari hingga September 2025, Polda Kepulauan Babel berhasil mengungkap 383 kasus dan barang bukti sabu yang diamankan sebanyak 16,5 kilogram senilai Rp17 miliar.
"Pelaku narkotika didominasi oleh buruh harian atau pedagang, dengan usia paling banyak di atas 30 tahun. Pelajar dan mahasiswa juga menjadi pelaku berkenaan dengan narkotika ini, dimana angka yang terdata mencapai 87 orang," katanya.
Editor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2025