Masyarakat pesisir di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diingatkan perihal potensi banjir rob akibat fenomena jarak terdekat Bulan ke Bumi "Fase Perigee" dan bulan purnama.
"Saya ingatkan seluruh masyarakat pesisir mewaspadai potensi banjir rob yang disebabkan meningkatkan ketinggian air laut maksimum," kata Ketua HNSI Provinsi Bangka Belitung, Ridwan, di Sungailiat, Kamis.
Ia mengatakan potensi banjir rob itu tidak hanya berdampak pada masyarakat pesisir, melainkan juga memengaruhi aktivitas masyarakat di lingkungan pelabuhan seperti aktivitas bongkar muat maupun perikanan darat.
Baca juga: Nelayan di Babel diminta waspadai ancaman gelombang pasang
"Wilayah rawan banjir rob di Kabupaten Bangka seperti Lingkungan Nelayan I dan II, sebagian Lingkungan Parit Pekir Sungailiat, Lingkungan Air Hanyut, dan di sebagian tempat yang lain," kata Ridwan.
Ia mengakui banjir rob dengan ketinggian air tertentu dapat merendam sebagian rumah masyarakat pesisir meskipun dalam jangka waktu tidak terlalu lama air kembali surut.
Banjir rob adalah ancaman yang sulit diprediksi karena dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pasang surut, angin, hingga perubahan iklim global.
"Saya imbau masyarakat pesisir atau warga yang terdampak banjir rob untuk menghubungi pihak terkait terdekat seperti BPBD, pemerintah desa dan kelurahan supaya segera mendapat bantuan," ujarnya.
Editor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2025