Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mewaspadai pasang air laut mencapai 2,1 meter untuk mengantisipasi banjir rob di daerah itu.
"Kita telah mengerahkan tim pemantau di daerah-daerah rawan banjir rob," kata Kepala Bidang BPBD Kota Pangkalpinang Nur Ikhsan di Pangkalpinang, Minggu.
Ia mengatakan berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Kota Pangkalpinang kondisi pasang air laut pada Minggu (28/12) pukul 09.00 WIB setinggi 1,9 meter dan terus meningkat hingga mencapai 2,1 meter, sehingga berpotensi terjadi banjir rob di daerah-daerah dataran rendah Kota Pangkalpinang.
"Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada kejadian banjir rob maupun genangan air di titik-titik rawan banjir," katanya.
Ia menyatakan pemantauan untuk mengantisipasi banjir rob ini difokuskan di daerah rawan banjir yaitu Kampung Seberang, Kampung Opas Indah Gang Buntu, dan Rejosari.
"Saat ini kondisi cuaca gerimis dan pasang air laut sudah cukup tinggi," katanya.
Ia mengimbau masyarakat di daerah itu agar waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin puting beliung, dan gelombang pasang.
"Kami mengimbau masyarakat, terutama yang berada di kawasan rawan terjadi bencana banjir atau genangan air dan angin puting beliung untuk tetap waspada, dan memindahkan barang-barang berharga ke tempat lebih aman," katanya.
