Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meminta seluruh nelayan untuk mewaspadai ancaman gelombang pasang di sebagian perairan laut wilayah itu.

"Saya minta nelayan terutama yang menggunakan kapal penangkapan kapasitas kecil supaya mewaspadai ancaman gelombang pasang," kata Ketua HNSI Bangka Belitung, Ridwan, di Sungailiat, Kamis.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang, gelombang pasang dengan ketinggian 1,25 sampai 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan Bangka Barat bagian utara.

Kemudian di perairan selatan, timur, dan perairan Pulau Belitung dan di perairan Bangka bagian utara.

Ketinggian gelombang 1,25 meter akan beresiko bagi kapal nelayan dengan kecepatan mencapai 15 knot, begitu juga dengan ketinggian gelombang 2,5 meter beresiko keselamatan bagi kapal tongkang dengan kecepatan 16 knot.

"Potensi gelombang pasang itu terjadi selama beberapa hari atau mulai tanggal 3 sampai 6 Desember 2025 pukul 07.00 WIB," jelas Ridwan.

Ia mengingatkan, pada saat melaut nelayan harus memastikan kelengkapan alat keselamatan seperti life jacket, ringboy, dan alat navigasi serta alat komunikasi.

"Jika mengalami kendala di laut nelayan harus cepat menghubungi petugas Basarnas, BPBD, atau dapat menghubungi pengurus HNSI di wilayah terdekat dengan daerah penangkapan," kata Ridwan yang juga menjabat Camat Bakam Bangka.

Menurut dia, dalam kondisi cuaca di perairan yang tidak menentu, jarak penangkapan antarnelayan juga harus diperhatikan supaya jika mengalami kendala mendapat pertolongan dini dari nelayan yang lain.

"Saya sarankan jarak antarkapal di laut jangan berjauhan, supaya dengan mudah untuk saling membantu kalau mengalami kendala," katanya.

Pewarta: Kasmono

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2025