Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melestarikan adat Nujuh Jerami bagi Suku Mapur Kampong Adat Gebong Memarong, Dusun Air Abik, Desa Gunung Muda, Kecamatan Belinyu sebagai cara mempertahankan warisan leluhur.

Bupati Bangka Fery Insani di Sungailiat, Selasa, mengatakan adat Nujuh Jerami sebagai tradisi masyarakat Suku Mapur menjadi simbol bersyukur atas hasil panen padi.

"Saya memberikan apresiasi besar kepada masyarakat Suku Mapur yang hingga kini masih mempertahankan adat Nujuh Jerami yang diselenggarakan pada akhir April setiap tahun sebagai warisan turun-temurun di tengah perkembangan era moderen," kata dia.

Dia menjelaskan adat ini sebagai kekayaan budaya daerah yang harus tetap dipertahankan oleh generasi sekarang. Pemerintah daerah mendukung tradisi berbagai suku di masyarakat setempat.

"Tradisi di masyarakat memiliki makna yang luhur karena mampu mempererat hubungan sosial masyarakat," kata dia.

Fery Insani menilai adat Nujuh Jerami berkaitan erat dengan kepariwisataan di daerah, sebab budaya masyarakat menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke daerah.

"Wisatawan berkunjung ke suatu daerah tidak hanya ingin menikmati suasana keindahan alam, namun budaya di masyarakat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan," kata dia.

Ia mengatakan sektor pariwisata menjadi unggulan pembangunan di daerah dan tumpuan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta pembangunan daerah karena sifatnya berkelanjutan.

"Saya yakin, sektor pariwisata di Kabupaten Bangka yang didukung dengan keindahan alam dan budaya masyarakat mampu bersaing dengan pariwisata lain di Indonesia," ujarnya.

Pewarta: Kasmono

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2026