Ketua DPRD Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Batianus meminta Dinas Pendidikan setempat memperkuat edukasi kepada masyarakat dan orang tua, untuk menekan angka anak putus sekolah di wilayah pesisir.
“Beberapa waktu lalu kami mengadakan reses ke Desa Batu Belubang dan mendapat informasi dari pihak desa bahwa masih banyak anak putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan,” kata Batianus di Koba, Rabu.
DPRD akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk membahas langkah penanganan dan pencegahan anak putus sekolah, khususnya di wilayah yang memiliki aktivitas pertambangan.
“Persoalan anak putus sekolah ini serius dan harus segera disikapi, tidak menutup kemungkinan kondisi serupa juga terjadi di desa-desa lain,” ujarnya.
Menurut dia, salah satu upaya yang perlu diperkuat yakni melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat serta orang tua agar lebih mendorong anak-anak tetap bersekolah.
“Ke depan perlu diberikan pemahaman dan edukasi kepada para orang tua agar mereka turut mendorong semangat anak untuk melanjutkan pendidikan,” katanya.
Batianus berharap terjalin sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, aparat desa, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung anak memperoleh pendidikan yang layak.
Ia menjelaskan, kondisi wilayah pesisir dengan aktivitas penambangan bijih timah dan sektor perikanan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi anak-anak memilih bekerja dibandingkan melanjutkan sekolah.
“Sebagaimana kita ketahui, Batu Belubang merupakan desa pesisir dan cukup banyak aktivitas penambangan bijih timah,” ujarnya.
Meski demikian, Batianus menegaskan pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama bagi anak-anak demi menjamin masa depan yang lebih baik.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memperluas program pendidikan nonformal dan pelatihan keterampilan bagi anak-anak yang terlanjur putus sekolah agar tetap memiliki kesempatan meningkatkan kualitas diri.
Selain itu, kata dia, keterlibatan pihak sekolah dan aparat desa penting dilakukan untuk mendata secara berkala anak-anak yang berisiko putus sekolah sehingga dapat segera diberikan pendampingan dan solusi yang tepat.
"Ini perlu upaya bersama untuk menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi masa depan generasi muda," ujarnya.
Editor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2026