Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan jumlah penumpang angkutan laut antarpulau yang berangkat dari Kepulauan Babel pada April 2026 sebanyak 37.246 orang atau turun 54,61 persen dibanding bulan sebelumnya yang 82.049 orang.
"Penumpang angkutan laut turun, karena masyarakat lebih memilih menggunakan angkutan udara untuk berpergian ke luar daerah," kata Kepala BPS Kepulauan Babel Sugeng Arianto di Pangkalpinang, Babel, Selasa.
Ia mengatakan penurunan jumlah keberangkatan penumpang di Provinsi Kepulauan Babel selama April 2026 terbesar terjadi di Pelabuhan Belinyu Kabupaten Bangka sebesar 74,06 persen dan Pelabuhan Tanjung Kalian Kabupaten Bangka Barat 58,84 persen dan penurunan terendah di Pelabuhan Tanjung Pandan Kabupaten Belitung sebesar 26,21 persen.
"Selama Januari hingga April tahun ini, arus penumpang yang berangkat tercatat mengalami peningkatan 1,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujarnya.
Ia menyatakan jumlah kedatangan penumpang angkutan laut di Provinsi Kepulauan Babel pada April 2026 sebanyak 42,14 ribu orang atau juga mengalami penurunan 37,62 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
"Penurunan kedatangan penumpang ini hampir terjadi di seluruh pelabuhan dan tertinggi pada di Pelabuhan Belinyu 75,91 persen, Pelabuhan Tanjung Kalian 44,21 persen dan Tanjung Pandan turun 6,09 persen," katanya.
Ia mengatakan secara garis besar pada April 2026, aktivitas kedatangan penumpang melalui jalur laut lebih besar dibandingkan aktivitas keberangkatan.
Jalur masuk dan keluar paling sibuk adalah Pelabuhan Tanjung Kalian.
"Mengingat jumlah yang cukup besar, pergerakan aktivitas pada Pelabuhan Tanjung Kalian ini memberikan efek cukup signifikan baik pada pergerakan kedatangan maupun keberangkatan penumpang kapal ke Pulau Sumatera," ujarnya.
Editor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2026