Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan nilai tukar petani (NTP) Kepulauan Babel pada Mei 2026 sebesar 158,65 atau naik 2,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya 155,42 sehingga menggambarkan peningkatan kesejahteraan petani di daerah itu.

"Kenaikan NTP ini karena naiknya indeks harga yang diterima petani (It) 2,45 persen, sementara indeks harga dibayar petani (Ib) naik lebih rendah 0,36
persen," kata Kepala BPS Kepulauan Babel, Sugeng Arianto di Pangkalpinang, Selasa.

NTP merupakan indikator utama untuk mengukur daya beli dan tingkat kesejahteraan petani di pedesaan.

Ia mengatakan peningkatan NTP pada Mei 2026 dipengaruhi oleh naiknya indeks pada subsektor tanaman perkebunan rakyat 2,49 persen dan perikanan juga mengalami kenaikan 0,10 persen.

Namun, penurunan juga terjadi di subsektor tanaman pangan 0,13 persen, hortikultura 0,27 persen dan subsektor peternakan turun sebesar 1,08 persen.

Ia menyatakan indeks harga yang diterima petani (It) merupakan indikator yang menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada Mei tahun ini, secara umum It naik 2,45 persen dibanding It April 2026, yaitu dari 195,21 menjadi 199,99.

"Kenaikan It ini disebabkan oleh naiknya tanaman perkebunan rakyat 2,91 persen dan perikanan 0,35 persen. Sebaliknya, penurunan terjadi pada tanaman pangan 0,01 persen, tanaman hortikultura 0,01 persen dan peternakan turun 1,06 persen," katanya.

Ia menambahkan melalui indeks harga dibayar petani (Ib) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

"Pada Mei 2026, secara umum Ib sebesar 126,06 atau naik sebesar 0,36 persen bila dibanding bulan sebelumnya 125,60," katanya.

Ia menyatakan kenaikan Ib ini disebabkan oleh naiknya nilai Ib pada subsektor tanaman pangan sebesar 0,12 persen, tanaman hortikultura sebesar 0,26 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,41 persen, peternakan 0,02 persen dan subsektor perikanan naik 0,25 persen," katanya.



Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026