Mendanau (Antara Babel) -  Geliat  wisata di Pulau Mendanau Belitung terasa kental. Itu tidak hanya nampak dari aktifnya Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dan infrastruktur jalan di pulau seluas 133,50 kilometer persegi ini.  Hadirnya lebih dari sepuluh homestay (tempat inap) di pulau itu juga menandai kesiapan Mendanau dan warganya menerima wisatawan.

Tim ekspedisi Geopark dan Marine Park Bangka Belitung (Babel) yang beranggotakan peneliti dari Universitas Bangka Belitung (UBB) dan Dinas Pariwisata Babel seharian penuh pada Minggu (10/12/2017) menyelusuri Pulau Mendanau. Mereka "menangkap" kesan warga Mendanau siap menerima wisatawan.

"Pulau Mendanau terletak di Selat Gaspar, cantik dan eksotis. Di sejumlah desa, terutama di Desa Suak Gual, dengan mudah kita  menemukan rumah penduduk yang sekaligus berfungsi sebagai homestay," ujar Prof Dr Ir Agus Hartoko, MSc, ketua ekspedisi Geopark dan Marine Park Babel, Selasa (12/12).

Santi (31), warga Desa Suak Gual Pulau Mendanau Kecamatan Selat Nasik pada Minggu (10/12) petang mengemukakan di desanya telah beroperasi sepuluh homestay, yang seluruhnya dikelola oleh warga setempat.

"Tarif inap per malam untuk seorang wisatawan Rp120.000, sudah termasuk makan pagi dan semua fasilitas yang ada di homestay,” ujar Santi yang dikenal warga Pulau Mendanau sebagai penyanyi Keroncong Stambul Pajar.

Pendapat senada dikemukakan Yopi Ardi (20). Aktivis Pokdarwis Pulau Mendanau ini mengemukakan sejumlah wisatawan dari Prancis pernah datang dan menginap di Pulau Mendanau, setelah lebih dahulu menikmati objek wisata yang ada di daratan Pulau Belitung.

"Kami biasanya dihubungi agen perjalanan di Belitung untuk menerima kunjungan wisatawan luar negeri ke Pulau Mendanau. Mereka pun kami jemput di Pelabuhan Tanjung Nyato," terang Yopi.

Berwisata di Pulau Mendanau punya kesan berbeda dengan pulau besar Belitong. Kesan pertama yang tak terlupakan adalah menikmati pemandangan laut lepas dan pulau-pulau sebelum tiba di Pulau Mendanau.

Sebab ke pulau ini wisatawan harus menumpang kapal motor ukuran 5 GT (gross ton), baik dari Pelabuhan Tanjungpandan maupun dari Pelabuhan Tanjung Ru'.

Aktivis Pokdarwis Pulau Mendanau, Kecamatan Selat Nasik Belitung berfoto di depan homestay di Desa Suak Gual. Di desa ini terdapat sepuluh homestay yang seluruhnya dikelola masyarakat. (Istimewa/Eddy Jajang Jaya Atmaja)


Kesan kedua, setiba di Pelabuhan Tanjung Nyato di Pulau Mendanau wisatawan disungguhkan air laut yang jernih dan vegetasi mangrove yang lebat, dengan aneka flora dan fauna yang menawan.

Suasana sepi dan udara pulau yang segar (kaya oksigen) karena hutan hujan yang padat, membuat wisatawan merasa berada di tempat yang asing namun menyenangkan.

Wisatawan pun akan menikmati jalan aspal yang mulus membelah pulau hingga ke semua  desa yang ada di Mendanau.
 
Destinasi wisata di Mendanau beragam. Mulai dari hutan hujan yang padat, pantai berpasir putih, bebatuan granit unik, hingga budaya yang eksotis seperti Tari Campak Laut dan Darat, Muang Jong dan ritual Maras Taun serta makam Nek Bongkok keturunan Si Pahit Lidah.

"Kami juga selalu siap menghibur wisatawan dengan aneka lagu pantun lama, yang disajikan grup  Keroncong Stambul Fajar Pengekar Campo," kata Santi.

Wisatawan ke Pulau Mendanau selalu dibawa ke Pelabuhan Tanah Tambun. Di sekitar dermaga terhampar keramba apung ikan kerapu dan puluhan kapal serta  perahu nelayan yang tersusun rapi bak susun sirih.

Setelah itu wisatawan dibawa ke Desa Suak Gual untuk melihat makam Nek Bongkok dan "sumur abadi" berair tawar jernih, dan dibawa ke Pulau Piling -- di depan Desa Suak Gual.

"Di Pulau Piling itu tempatnya burung laut bersarang, batu dinding dan tempat berenang dan menyelam yang cantik," ujar Santi, menambahkan biasanya wisatawan asing selalu minta dibawa ke Pulau Piling.

Pulau Mendanau berada di Kecamatan Selat Nasik --satu dari lima kecamatan di Kabupaten Belitung,  sekitar 50 kilometer sebelah Barat Kota Tanjungpandan. Kecamatan Selat Nasik berbatasan dengan  Laut Natuna, sebelah Barat dengan Selat Gaspar, di sebelah Timur dengan Kecamatan Badau dan sebelah Selatan dengan Laut Jawa.

Wilayah Kecamatan Selat Nasik merupakan kepulauan; terdiri atas 26 pulau besar dan kecil. Kecematan ini terdiri atas dua pulau besar, yaitu Pulau Mendanau dan Pulau Gersik.  

Di Pulau Mendanau terdapat tiga desa, yaitu Desa Selat Nasik (ibukota kecamatan), Desa Petaling dan Desa Suak Gual. Sementara Desa Pulau Gresik berada di Pulai Gresik, Pulau Bakau dan Kelambau.

Tiga desa di Pulau Mendanau leluasa ditempuh dengan kendaraan roda dua dan empat. Sebab seluruh jalan sangat mulus dan dibangun dengan aspal hotmik. Jarak Desa Selat Nasik ke Desa Petaling sekitar 8 kilometer, sementara jarak Desa Selat Nasik ke Suak Gual 16 kilometer, ditempuh sekitar 20 menit menggunakan kendaraan bermotor.

Untuk sampai ke Pulau Mendanau harus menumpang kapal motor; baik dari Pelabuhan Tanjungpandan maupun dari Tanjung Ru'.  

Biasanya, pada musim Barat yang berombak besar, wisatawan atau warga setempat lebih memilih berangkat dari Pelabuhan Tanjung Ru' karena berjarak lebih dekat dengan Pulau Mendanau.

"Kalau musim Barat, kami menumpang kapal dari Pelabuhan Tanjung Ru'. Sebaliknya bila musim Timur, kami ke Pulau Mendanau menumpang kapal motor dari Pelabuhan Tanjungpandan. 'Tambang' (ongkos) per orang Rp25.000," ujar Santi.

Mengunjungi Pulau Mendanau wisatawan tak perlu khawatir putus hubungan dengan dunia luar. Sebab  sudah banyak BTS dibangun di sini sehingga sinyal "smartphone" sangat tinggi; memudahkan mengakses atau bahkan  mengirim data dan gambar.

Pewarta: Eddy Jajang Jaya Atmaja

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2017